ADS

Korban Kebakaran Badegan Meninggal Setelah Dirawat Secara Intensif



Iin Indarwati (38), korban luka bakar 70 persen pada tragedi kebakaran pada Sabtu (4/5/2019) lalu yang menghanguskan rumah, mobil dan seperlda motor itu akhirnya meninggal dunia. Setelah dirawat intensif di ruang intensif care unit (ICU) RSUD dr. Harjono Ponorogo.

”Karena banyaknya luka bakar dan kondisinya yang semakin ngedrop akgirnya bu Iin meninggal dunia,” kata dokter spesialis bedah RSUD dr. Harjono Heru Iskandar, saat dikonfirmasi pada Rabu (8/5/2019).

Keadaan bu Iin ini kata dr. Heru berbanding terbalik dengan kondisi suaminya Imam Rokani (40) yang semakin hari kesehatannya mulai stabil. Imam yang mengalami luka bakar sebesar 35 persen itu yang parah cuma dibagian kaki dan tangannya saja. Tidak sampai mengganggu pada saluran pernapasannya. Ditanya soal berapa lama waktu yang diperlukan untuk pulih dari luka bakar itu, dr. Heru menyebut belum bisa memastikan berapa lamanya. Menurutnya luka bakar itu kadang yang semula grade 2 bisa jadi grade 3.

”Perlu ditangani lebih lanjut dan hati -hati untuk pemulian luka bakar itu bekasnya bisa bagus,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya pasangan suami istri korban kebakaran di rumahnya pada Sabtu (4/5/2019) lalu hingga kini masih terbaring di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Sang istri Iin Indarwati (38) saat ini sedang dirawat di ruang intensif care unit (ICU). Sedangkan suaminya Imam Rokani (40) dirawat di ruang terpisah yakni di high care unit (HCU).

”Secara umum kondisi sang istri masih kritis. Luka bakarnya disertai dengan cidera disaluran nafas jadi masih dirawat di ICU,” kata Kabid Pelayanan RSUD dr Hardjono Ponorogo dr. Siti Nurfaidah.

Siti menyebut luka bakar pada Iin sebesar 70 persen. Jadi saat diterima rumah sakit langsung dilakukan operasi untuk tindakan pembersihan luka bakar. Diduga terbakarnya itu dari arah depan jadi juga membakar bagian hidung dan mulut. Dan itu dikhawatirkan akan mengalami pembengkakan yang menyebabkan menutup saluran nafas. Akhirnya dipasang fentilator untuk melancarkan nafasnya. Rencananya hari ini akan dipasang alat kateter pena sentral untuk memasukkan obat, cairan dan nutrisi makanan.(end/ted)



***




Berita Jatim

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...