ADS

Keisengan Riza yang Menghasilkan




Ayam jawa atau ayam ras lebih populer daripada kalkun. Ukuran tubuh kalkun lebih besar, namun sangat jarang orang mengolah daging ayam kalkun menjadi sebuah hidangan atau masakan.

Namun di tangan Brilian Ariza, daging kalkun bisa diolah menjadi aeka hidanan enak, salah satunya bakso dari olahan daging kalkun. Inovasinya berawal ketika dia sukses beternak ayam kalkun.

"Awalnya saya iseng saja, diberi teman sepasang ayam kalkun, ternyata kok lama-lama bertelur dan menetas, lalu saya coba kembangbiakkan, kok ternyata mudah," kata Riza, sapaan akrabnya, saat ditemui di warungnya Jalan Halim Perdana Kusuma, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, akhir Februari lalu.

Ketika kalkun peliharaannya semakin banyak ia sempat kebingungan ketika akan menjualnya karena sepi peminat. Dari sini ia berinisiatif untuk membuat olahan daging kalkun.

Riza menjelaskan satu kalkun dewasa bisa menghasil daging 4 sampai 6 kilo dan bisa diolah menjadi ratusan bulir bakso. Kalkun yang ia gunakan pun umurnya tidak lebih dari 8 bulan.

"Kalau terlalu tua nanti habis pakannya juga banyak, selain itu semakin tua dagingnya akan semakin alot," jelasnya.

Bapak dua anak ini menerangkan langkah awal membuat bakso ini adalah memisahkan daging kalkun dengan tulangnya. Kemudian bumbu yang terdiri dari bawang merah dan putih serta garam digiling dengan mesin sampai halus.

Setelah adonan siap maka bakso bisa dicetak langsung menggunakan tangan seperti bakso pada umunya. Cara penyajian bakso kalkun juga sama, yaitu kuah ditambah dengan mie bihun dan bawang goreng.

“Untuk pemilihan bumbu dalam memasak kalkun itu sangat penting, daging kalkun ini kalau salah bumbu rasanya akan hambar,” imbuhnya.

Ia mengaku sebelum membuka bisnis kuliner ini beberapa kali mengalami kegagalan dalam pemilihan bumbu. Hal ini dikarenakan karakter daging kalkun yang rendah kolesterol sehingga dagingnya cenderung berwarna putih pucat.

Hal ini membuat daging kalkun akan lebih sehat untuk dikonsumsi serta sangat baik untuk orang sedang diet dan memiliki riwayat sakit jantung. Makanan kalkun yang dicampur dengan potongan sayuran juga membuat kadar lemak dalam daging kalkun juga lebih sedikit.

"Banyak konsumen saya adalah ibu-ibu, serta anak muda yang penasaran seperti apa rasa dari daging kalkun," ucapnya.

Riza mengatakan jika bakso kalkun ini cenderung lebih lembut dan tidak alot seperti bakso dari daging sapi. Dari tampilan luar bakso juga lebih halus.



Untuk satu porsi bakso kalkun ini Riza menjualnya dengan harga 15 ribu rupiah. Selain bakso daging kalkun ia juga menjual masakan dari kalkun lainnya seperti kalkun panggang, bakar, dan kalkun goreng.

Meskipun dalam memulai bisnis kulinernya Riza merasa tidak punya pesaing, karena hanya satu-satunya di Ponorogo, tapi untuk ketersediaan daging kalkun ia hampir kewalahan. Oleh sebab itu ia selain berternak sendiri juga harus rela untuk mengambil kalkun dari Tulungagung, Blitar, dan Kediri.

"Peternak kalkun di Ponorogo ini hampir tidak ada, sekaresidenan Madiun saja hanya saya yang berani olah kuliner dari kalkun," katanya.


***




*Liputan 6 | Dian Kurniawan*

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...