ADS

Menilik Kesuksesan Andi Widodo, Anak Gunung dengan Prestasi dan Karir yang Tak Tanggung-tanggung



Andi Widodo, pria kelahiran 1987 ini adalah juara kakang senduk Ponorogo pada tahun 2010. Bukan hanya itu saja, dia memiliki segudang prestasi lain yang membanggakan serta talenta yang demikian cemerlang terutama dalam bidang hiburan dan entertainment. Kini dia menjadi menajer salah satu hotel terkemuka di Ponorogo.

Banyak pengalaman yang telah dia dapatkan semenjak dia berproses dalam mencapai kesuksesannya saat ini. Seperti pada umumnya kesuksesan, tak datang secara tiba-tiba, namun sering kali ditempuh dengan banyak tahapan proses yang tak jarang membosankan, bahkan sebagian ada yang menyakitkan.

Berawal dari kesadarannya yang terlahir dari keluarga yang tidak mampu, pria kelahiran Desa Pupus, Ngebel ini berusaha keras untuk mencapai kesuksesannya dengan bersungguh-sungguh. Putra pasangan Atim-Sinem ini sejak Sekolah Menengah Pertama telah merelakan diri menjadi anak asuh orang lain agar dapat melanjutkan sekolah sebagaimana anak-anak lain. Menjadi anak asuh orang lain berarti bekerja lebih keras membantu orang tua asuhnya, bersih-bersih rumah diluar kebiasaan sebagai anak orang tua sendiri. "Pagi, sebelum sekolah sudah bersih-bersih rumah, pulang sekolah juga demikian". Ungkapnya. Menjadi anak asuh Andi Widodo jalani hingga SMA.

Tak puas hanya sampah SMA, Andi Widodo ingin melanjutkan kuliah. Untuk membiayai kuliah inipun Andi Widodo harus bekerja agar tetap bisa menjani studinya hingga sarjana, salah satunya menjadi pelayan toko dan pekerjaan-pekerjaan lain yang memungkingkan untuk dilakukannya.

Disela-sela waktunya sebagai anak asuh, Andi Widodo menyempatkan belajar hal lain untuk mengasah kemampuannya sesuai dengan minatnya, yakni bernyanyi dan seni berbicara sebagai bekal kelak dia menjadi MC. Setelah kemampuannya terasah dengan baik maka perlahan dia terjun di dunia yang diminatinya ini. Sejak SMA ini pula dia kerap mendapat undangan bernyanyanyi.

Tak cukup itu, pria kelahiran tahun 1987 ini juga berproses secara serius dalam bidang pariwisata. Terbukti dia menjuarai duta wisata Kakang-Senduk Ponorogo pada tahun 2010 ketika dia masih kuliah di Program studi pendidikan bahasa Inggris STKIP Ponorogo. Tidak lama setelah itu, tepatnya satu tahun setelah menjuarai Kakang-Senduk Andi Widodo menjuarai Duta Wisata Jatim tahun 2011, berlanjut mendapat juara BRIpo Idol tahun 2013. "Saya menemukan dunia saya dalam bidang pariwisata dan broadcasting. Seiring perjalanan waktu, pengalaman saya dapatkan bersama dengan langkah kaki ini." Kata Andi.

Perlahan tapi pasti, perjalanan prosesnya menampakkan hasil yang tak mengecewakan. Kini, di menjadi salah seorang yang terkemuka, menjadi manajer salah satu hotel di Ponorogo. Namun, hal ini bukanlah hasil final. Disela-sela waktunya, dia masih menyempatkan diri aktif di banyak kegiatan sosial. Merawat anak-anak tak mampu, membiayai pendidikan mereka hingga menempuh pendidikan setinggi mungkin. Bagi Andi Widodo membantu mereka adalah kebahagiaan tersendiri. Satu hal yang terus saya ajarkan kepada mereka, jika bukan diri sendiri yang mengubah keadaan siapa lagi? Pasrah pada keadaan itu bukan solusi. Agar kelak mereka juga mandiri,’’ tuturnya.

***




Radar Madiun

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...