ADS

Belasan Orang di Ponorogo Hidup Terpasung



PONOROGO -- Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo mencatat pada tahun 2018 masih ada 14 orang dengan gangguan jiwa yang dipasung tersebar di seluruh Ponorogo. Pemkab berupaya tahun ini seluruh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung itu akan dilepas dan kembali kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini, mengatakan pemerintah akan terus berupaya untuk membebaskan warga yang dipasung tersebut. Menurutnya, hal utama yang penting dalam pembebasan orang dipasung yaitu menyiapkan lingkungannya.

Dia menuturkan ada beberapa kegagalan dalam pembebasan orang dengan pasung setelah dilepaskan. Untuk itu, perlu peran dari masyarakat sekitar.

"Yang paling penting kita siapkan masyarakatnya dahulu untuk bisa menerima dan berkomunikasi serta bersosialisasi," jelas dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Jumat (26/4/2019).

Selain itu, pihak keluarga korban pasung itu juga perlu diberikan pemahaman dan diyakinkan mengenai kondisi orang yang dipasung. Menurutnya, masih banyak keluarga ODGJ enggan melepas anggota keluarganya dari pasung karena takut nanti akan mengamuk.

Berbagai upaya yang dilakukan Dinkes Ponorogo untuk melepaskan orang yang dipasung, salah satunya dengan memberikan penjelasan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Arin menjelaskan di Puskesmas Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, ada program posyandu khusus bagi para mantan pasung. Dalam kegiatan posyandu itu, seluruh mantan orang yang dipasung yang kondisinya sudah stabil dikumpulkan untuk bisa bersosialisasi dan berkumpul dengan masyarakat.

“Banyak yang kami ajarkan, mulai dari cara bersosialisasi, keterampilan dan kita adakan kegiatan seperti bernyanyi bersama,” jelas dia.

Mengenai ODGJ yang dipasung di Ponorogo, Dinkes Ponorogo mencatat pada tahun 2016 tercatat ada 89 orang yang dipasung, tahun 2017 turun menjadi 54 orang, dan 2018 tinggal 14 orang dipasung. (*)

***




Gambar: Ilustrasi Pasung
Sumber: Madiun Pos

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...