ADS

Karena Ijazahnya S1, Dio Tak Lolos Seleksi CPNS




HR News– Malang nian nasib Dio Karuma Faza. Pemuda 28 tahun itu telah sukses mengikuti berbagai rangkaian seleksi CPNS yang ketat. Tapi, memasuki masa pemberkasan, didiskualifikasi. Sebab, ijazah yang dikantonginya tidak sesuai kualifikasi. Dio menjadi satu-satunya yang gugur pada tahap pemberkasan, dari 355 peserta yang lolos seleksi CPNS. ‘’Ijazahnya S-1, sementara lowongannya mempersyaratkan ijazah D-3,’’ kata Kepala BKPPD Winarko Arief.

Seleksi CPNS rampung digelar jelang akhir tahun lalu. Sebanyak 355 orang awalnya dinyatakan lolos seleksi. Meliputi seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Mereka yang telah lolos berhak mengikuti proses pemberkasan, akhir tahun lalu. Senyatanya, terungkap jika satu orang tidak melamar di jabatan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. Dio melamar posisi asisten apoteker terampil di Puskesmas Ronowijayan yang mempersyaratkan kualifikasi pendidikan D-3 di bidang tersebut. Meski Dio mengantongi ijazah S-1 di bidang yang sama dengan yang dipersyaratkan, namun itu tetap menyalahi aturan. ‘’Ijazahnya S-1 asisten apoteker terampil, tapi lowongannya pakai ijazah D-3. Karena tidak sesuai, dicoret,’’ terangnya.

Uniknya, selama proses seleksi, Dio selalu lolos meski persyaratan kualifikasi pendidikannya tidak sesuai. Menurut Winarko, selama pelaksanaan ujian, baik SKD maupun SKB, hanya identitas Dio yang diketahui. Pun, pertimbangan kelolosan adalah murni hasil ujian. Ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan itu baru diketahui saat proses pemberkasan. ‘’Senin lalu (28/1) kami sudah panggil Dio. Kami tanya kenapa melamar D-3, padahal ijazahnya S-1. Alasannya coba-coba ikut CPNS. Walaupun lolos seleksi, tapi tetap dicoret karena tidak sesuai persyaratan,’’ jelas Winarko sembari menyebut jika Dio telah lapang dada dengan keputusan tersebut.

Lantas, bagaimana dengan posisi yang lowong setelah Dio didiskualifikasi? Pengisian posisi asisten apoteker terampil di Puskesmas Ronowijayan mengacu aturan main seleksi CPNS yang telah diatur oleh BKN. Kata Winarko, yang akan mengisi adalah CPNS yang peringkat hasil ujiannya di bawah Dio. ‘’Jika tidak, diambilkan dari peserta yang lolos di tempat lain. Mungkin bisa dari RSUD atau puskesmas lain. Keputusan terkait itu ada di BKN,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)



***



Tautan Asal:
Radar Madiun

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...