ADS

Beberapa Fakta Dibalik Tersebarnya Video Mesum Siswa Di Madiun


HR News--Terbakar rasa cemburu usai diputus kekasihnya, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Madiun, nekat menyebar video mesum dirinya dan kekasihnya di media sosial.

Akibatnya, siswa tersebut harus berurusan dengan hukum dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

Seperti diketahui, sebuah video mesum dua pelajar berinsial P dan R asal Madiun telah menjadi viral di media sosial, khususnya di sejumlah grup WhatsApp.

Kedua siswa tersebut diketahui sudah dikeluarkan dari sekolah setelah kasus tersebut terungkap.

Berikut fakta dibalik tersebarnya video mesum tersebut

1. Video mesum dua pelajar viral di grup WhatsApp


Sebuah video berdurasi enam menitan tentang dua pelajar di Kabupaten Madiun menjadi viral di pesan instan WhatsApp.

Dari hasil penelusuran, video tersebut diperankan siswi di SMA Negeri dan siswa SMK swasta di Caruban. Pelaku wanita berinisial P, sedangkan pelaku pria berinisial R.

Dalam video tersebut terekam adegan intim antara P dan R di sebuah kamar yang remang-remang.

Sementara itu, Kades Blabakan, Agus Prasetyo, mengatakan, video mesum antara P dan R hanya viral di kalangan pelajar saja.

"Viralnya di kalangan pelajar dan tidak sampai kalangan umum. Hanya sampai di komunitas sekolah itu saja," ujar Agus.

2. Kepala desa benarkan pelaku adalah warganya


Kepala Desa Blabakan, Agus Prasetyo menjelaskan salah satu warganya menjadi pemeran video mesum beradegan hubungan intim dua pelajar yang heboh di Kabupaten Madiun dalam sebulan terakhir, Kamis ( 24/1/2019) siang.

Kepala Desa Agus Prasetyo membenarkan, salah satu pelajar pemeran video mesum itu adalah warganya berinisial P (16).

"Jadi yang perempuan itu memang benar warga kami berinisial P. Sementara pelajar laki-laki berinisial R, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan. Tetapi saat ini kasusnya sudah ditangani Polres Madiun," kata Agus, Kamis ( 24/1/2019).

Agus mengatakan, dirinya mendapatkan laporan warganya terlibat dalam video mesum setelah viral di kalangan pelajar.

Informasinya video mesum berdurasi enam menitan itu menjadi bahan perbincangan ramai kalangan pelajar SMA di Kabupaten Madiun.

3. Dipicu rasa cemburu


Humas SMK PGRI 2 Mejayan, Aan Chandra memberikan penjelasan siswanya R sudah dikeluarkan dari sekolah setelah video musemnya beredar di media sosial, Kamis ( 24/1/2019) siang.

R, salah satu pelaku video mesum, mengaku, nekat menyebar video mesum dengan pacarnya P karena cemburu dan tidak terima diputus cinta.

R mengunggah video adegan mesum bersama P di jejaring sosial WhatsApp dua bulan lalu.

"Infonya cemburu. Infonya seperti itu. Dan untuk info lebih lanjut katanya tidak terima diputus," kata  Aan, Humas dari sekolah pelaku R, Kamis (24/1/2019) siang.

Aan mengatakan, R sempat tidak mengaku saat diklarifikasi petugas bimbingan konseling dan tim sekolah.

"Saat diperiksa petugas BK, R tidak mengaku. Setelah ditunjukkan bukti dan hasil survei akhirnya R mengaku," kata Aan.

4. Pelaku R dan P dikeluarkan dari sekolah


Menurut Aan, Humas SMK tempat R pernah bersekolah, mengatakan, R telah dikeluarkan semenjak muncul kasus tersebut.

"Dahulu memang R pelajar di sini. Tetapi sudah dikeluarkan semenjak minggu kedua Desember 2018," kata Aan.

Menurut Aan, R saat masih bersekolah sering tidak masuk sekolah tanpa kejelasan.

"Bahkan setelah UTS, R tidak masuk satu minggu tanpa keterangan," ungkap Aan.

Sementara itu, Kepala Desa Blabakan, Agus Prasetyo, menyatakan, warganya berinisial P, juga sudah keluar dari bangku sebuah SMA negeri di Mejayan.

"Sudah dipindahkan keluarganya ke sekolah lain," kata Agus.

5. R terancam hukuman penjara 15 tahun


Pelaku R terancam dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun AKP Logos Bintoro yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis ( 24/1/2019) menyatakan, saat kejadian, korban berinisial P masih di bawah umur.

"Tersangka R kami jerat dengan pidana percabulan anak pasal 81 dan pasal 85 yang diatur dalam Undang-undang Perlindungan Anak. Sesuai pasal itu, ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara," kata Logos.

Logos juga menjelaskan, pihaknya belum mengusut kasus penyebaran videonya karena orang tua korban baru melaporkan kasus percabulannya.

"Kalau nanti keluarga melaporkan lagi kasus videonya ya nanti kami sidik lagi kasus penyebaran video mesumnya," tandas Logos.
***



Tautan Asal: Regional Kompas
Penulis: Michael Hangga Wismabrata
Editor: Khairina
Gambar: Kompas

No comments

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...