BREAKING NEWS

Monday, November 6, 2017

Cara Mengatasi Android Yang Mulai Lemot



HP, atau biasanya disebut dengan smartphone yang be sistem operasi Android, setelah penggunaan beberapa lama akan menglami sebuah kendala, yakni respon HP dan performa yang mulai menurun. Ada bermacam-macam penyebabnya. Namun, dibawah ini mungkin bisa menjadi solusi kala HP mengalami penurunan performa.

Berikut ulasannya:

1. Perhatikan Jumlah Memori
Setiap smartphone dibekali dengan spesifikasi memori yang berbeda. Selain RAM, kapasitas memori internal juga mempengaruhi performa smartphone loh. Saat memori internal yang tersedia tinggal sedikit, maka Android menjadi lemot. Makanya, untuk mengatasi Android lemot sebaiknya Anda hindari menyimpan banyak data hingga memenuhi memori internal.

Jika Anda sering menyimpan banyak data di smartphone, usahakan untuk membeli smartphone yang dibekali dukungan kartu memori. Atau beli smartphone yang dibekali memori internal luas.


2. Gunakan Aplikasi Serbaguna
Alih-alih meng-install banyak aplikasi yang malah membuat memori internal jadi penuh, mending install satu aplikasi tapi memiliki banyak fungsi. Jika Android Anda sudah di-root, salah satu aplikasi multifungsi yang Jaka sukai adalah Apps2SD.

Karena dalam satu aplikasi Anda bisa mendapatkan fungsi yang banyak, seperti partisi SD Card, backup aplikasi, link aplikasi ke memory card, dan lainnya. Jika belum di-root, Anda bisa mendapatkan banyak fungsi serupa di Clean Master.

3. Gunakan 1 Aplikasi Antivirus 1 Saja
Jika Anda adalah pengguna yang percaya dengan fungsi antivirus di smartphone Android, sebaiknya perhatikan hal ini. Hampir sama dengan aplikasi bawaan sistem, aplikasi antivirus terus berjalan di background. Dampaknya RAM Anda jadi boros, dan performa Android jadi lemot. Bisa dibayangkan jika Anda meng-install lebih dari satu aplikasi antivirus di Android Anda, kan?

4. Auto Kill
Anda yang sering melakukan multi tasking di Andoid, pasti sudah terbiasa menemukan banyak aplikasi yang aktif di Recent Apps. Dampak lanjutan saat banyak aplikasi yang berjalan di Recent Apps adalah RAM semakin sesak, dan Android jadi lemot. Untuk menghindarinya coba Anda gunakan fitur Auto Kill. Fitur ini akan membuat aplikasi tidak bisa berjalan di background, sehingga Android Anda tidak akan lemot.

5. Gunakan Aplikasi Berbayar
Menggunakan aplikasi gratisan memang enak. Karena tanpa harus mengeluarkan uang, kita bisa mencoba fitur keren yang ada di aplikasi tertentu. Tapi, tahukah Anda bahwa meng-install aplikasi gratisan itu sama dengan siap jadi kelinci percobaan? Karena dengan memberikan aplikasi gratisan inilah pengembang akan mendapatkan banyak review untuk mengetahui bugs apa saja yang menimpa di aplikasinya.

Selain menjadi kelinci percobaan, menggunakan aplikasi gratisan juga bisa membuat Android lemot karena banyaknya iklan yang disematkan di dalamnya. Makanya agar Android Anda tidak lemot dan tidak terganggu iklan yang membuat kuota cepat habis, gunakan aplikasi berbayar! Ssssst, baca deh artikel cara mendapatkan aplikasi berbayar berikut:

6. Selalu Update Software
Setiap ada pemberitahuan update software, segera lakukan update. Hal ini bertujuan untuk segera memperbaiki masalah yang dibawa oleh sistem sebelumnya. Karena bisa dipastikan update itu bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dari sebelumnya.

Meski kadang ditemui kenyataan bahwa setelah update justru semakin buruk, namun pihak pengembang pasti tidak akan diam saja jika memang ditemui ada masalah pada sistemnya. Selalu luangkan waktu untuk memeriksanya di menu Settings - About - System Update lalu pilih Check for Updates.

Hal ini juga berlaku untuk aplikasi yang Anda gunakan. Saat ada pemberitahuan update aplikasi di Google Play Store, luangkan waktu untuk segera melakukan update. Periksa aplikasi yang membutuhkan update pada tab My Apps & Games di Google Playstore.

7. Kurangi Penggunaan Widget
Salah satu yang membuat Android tampak menarik adalah adanya Widget. Bukan cuma memperindah tampilan homescreen Android Anda, tapi Widget juga berguna sebagai jalan pintas untuk memantau berbagai aplikasi tanpa harus membuka aplikasi terkait.

Meski membuat Android Anda tampak indah dan mempercepat akses ke aplikasi, namun hal ini juga akan menyita konsumsi RAM yang lebih besar. Dampaknya, Android Anda menjadi lambat. Maka dari itu, kurangi penggunaan Widget untuk mengatasi Android lemot.

8. Hapus atau Hentikan Aplikasi Yang Tidak Terpakai
Memang banyaknya aplikasi baru di Google Playstore selalu menarik untuk dicoba. Tanpa disadari, banyak aplikasi yang hanya menarik di awal saja atau bahkan ternyata memiliki fungsi yang sama dengan aplikasi yang kita pasang sebelumnya.

Dampaknya, ruang penyimpanan di Android Anda menjadi tersita oleh aplikasi yang sebenarnya tidak berguna. Maka untuk menjaga agar Android Anda tetap cepat, hapus aplikasi-aplikasi yang tidak terpakai atau memiliki fungsi sama tersebut.

Kadang, memang beberapa aplikasi tidak dapat dihapus karena merupakan bawaan sistem. Dan yang menyebalkan adalah fakta bahwa kadang aplikasi-aplikasi bawaan sistem itu terus berjalan walau tidak dibutuhkan, sehingga mengkonsumsi RAM dan memperlambat Android Anda.

Untuk menghentikannya, Anda buat aplikasi-aplikasi tersebut Disable, dengan cara masuk Settings - Apps, lalu pada tab Running pilih aplikasi yang tidak Anda butuhkan, dan pilih Disable.

9. Kurangi atau Matikan Animasi di Android Kamu
Animasi adalah salah satu pencuri RAM di perangkat Android. Nah, cara mengatasi Android lemot selanjutnya adalah dengan masuk ke menu Setting - Developer Options.

Untuk mengurangi atau mematikan animasi di Android agar Android Anda tetap cepat, Anda bisa ke mengaturnya di Settings - Developer Options, lalu ubah nilai Windows animation scale, Transition animation scale, dan Animator duration scale ke nilai terkecil, atau dibuat off sekalian. Metode ini pula yang Jaka gunakan untuk menantang Anda yang memiliki Android dengan RAM 4 GB.

10. Bersihkan Cache Data
Cache adalah tempat menyimpan data sementara dari aplikasi yang sedang atau pernah Anda gunakan. Dengan adanya cache di Android, Anda akan dengan cepat membuka aplikasi yang sebelumnya pernah digunakan. Namun, dibalik manfaatnya tersebut, cache yang dibiarkan menumpuk akan membuat Android Anda menjadi lemot.

Cara mengatasi android yang lemot karena cache menumpuk ini adalah dengan selalu membersihkan cache dari setiap aplikasi yang sering Anda gunakan. Caranya, masuk Settings - Apps - All lalu cari aplikasi yang akan dibersihkan cache-nya, dan pilih Clear Cache. Atau, Anda juga bisa sekaligus membersihkan cache pada Android Anda melalui menu Settings - Storage - Cached Data, dan pilih OK saat ada pop up.

11. Bersihkan Cache Partition
Berbeda dengan cache data aplikasi, cache partition berguna untuk menyimpan proses-proses yang dijalankan oleh sistem, sehingga akan mempercepat Android Anda untuk dapat segera digunakan setelah mematikan atau melakukan Restart perangkat.

Namun, lama kelamaan cache partition akan terus menumpuk di background dan memperlambat kinerja Android Anda. Untuk menjaga agar Android Anda tetap cepat, Anda bisa menghapus cache partition sebulan sekali dengan masuk ke Recovery Mode, lalu pilih Wipe Cache Partition.

12. Matikan Auto-Sync
Cara mengatasi Android lemot selanjutnya ialah cara mengatasi Android lemot. Untuk tetap terhubung dengan semua akun yang terpasang di Android Anda, fitur Auto-Sync harus diaktifkan. Namun hal ini berdampak besar pada kinerja Android Anda. Maka mematikan Auto-Sync sangat bermanfaat untuk ngatasi Android Anda yang lemut, namun berdampak Anda harus manual membuka aplikasi seperti Email atau Calendar.

Untuk bisa mengatur agar Android Anda tetap terhubung di saat penting, dan otomatis mematikan Auto-Sync di jam santai, Anda bisa menggunakan aplikasi Accounts Sync Profiler atau MacroDroid - Device Automation sekaligus untuk menghemat baterai Android Anda.

13. Gunakan Launcher Lain
Salah satu kelebihan Android yang membuatnya banyak digunakan adalah kemudahan untuk melakukan kustomisasi. Jika bosan dengan tampilan yang dibawa oleh OEM perangkat Android, Anda bisa coba menggunakan Launcher lain. Selain berganti suasana, mengganti launcher juga berguna untuk mengatasi Android Anda yang terasa lemot berkat UI bawaannya.

Banyak launcher terbaik dan gratis yang bisa Anda coba di Google Playstore. Beberapa di antaranya bukan hanya memberikan tampilan yang apik dan fitur baru, namun juga membuat Android Anda menjadi lebih ringan dan cepat saat digunakan. Apa launcher favorit Anda? Jaka sih suka dengan Smart Launcher dan Hola Launcher.

14. Lakukan Factory Reset
Mungkin beberapa di antara Anda sudah sering melakukan Factory Reset. Bisa jadi Anda melakukannya hanya karena adanya masalah pada Android Anda. Padahal Factory Reset ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk membersihkan semua yang bertumpuk di Android Anda. Kamu bisa melakukan Factory Reset melalui menu Settings - Backup & reset - Factory data reset.

15. Gunakan Custom ROM
Selain menggunakan launcher yang lain, salah satu bentuk kustomisasi Android yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan custom ROM. Dengan menggunakan custom ROM, Anda juga jadi bisa menikmati ROM lain yang telah ditingkatkan performanya, sekaligus juga mencoba sistem operasi terbaru jika ternyata pihak vendor tidak lagi menyediakan update sistem operasi untuk perangkat Android yang Anda gunakan. Jika Anda tertarik mencoba custom ROM, Anda bisa baca Cara Install Custom ROM Android.

Nah, itu dia 15 langkah yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi Android lemot. Selain langkah-langkah tadi, Anda juga bisa baca Kumpulan Cara Terbaik Untuk Mempercepat HP Android jika Anda suka melakukan pengaturan-pengaturan khusus pada Android Anda. Perlu diingat, bahwa performa Android tidak selalu ditentukan oleh RAM yang besar atau prosesor yang cepat, tapi tergantung bagaimana Anda menjaga performanya agar tetap cepat dan tidak lemot.

Selamat mencoba!


Link asal: http://bit.ly/2zhm5DQ || Kredit Gambar: http://bit.ly/2yyEE7d ||


Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup