BREAKING NEWS

Tuesday, October 17, 2017

Pesona Bukit Cumbri, Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.




SAMPUNG HRNews – Bukit Cumbri, hamparan luas bumi bakal menyihir indera penglihatan. Bagaimana tidak, disana rasa takjub dan penuh syukur atas ciptaan-Nya akan langsung tampak didepan mata saat berdiri di atas. Sebab, pemandangan ibarat tidak berujung. Menengok ke arah barat, bentangan wilayah Magetan tersaji. Sisi selatan, mata akan jauh memelototi deretan ujung Pulung sampai Pacitan. Sementara wilayah Madiun memberi kesan berbeda dari arah utara.

Bukit dengan ketinggan 638 Mdpl itu berada di perbatasan Kabupaten Ponorogo dengan Wonogiri. Desa Pagerukir menjadi gerbang pertama yang mesti dilalui. Jalur pendakian setapak mengharuskan pelancong singgah terlebih dulu di desa terbarat wilayah Ponorogo itu.

"Banyak yang menitipkan kendaraan sebelum naik ke puncak bukit," kata Kades Pagerukir, Sarnu.

Menurut Sarnu, hari-hari besar seperti malam satu Suro dan malam tahun baru pengunjung bukit Cumbri meningkat drastis.

Ada yang naik ke puncak bukit lantaran ingin mengabadikan momen dengan berfoto ria. Ada pula yang sengaja mendirikan tenda untuk menikmati suasa bukit saat malam.

"Pemandangan lampu-lampu di bawah bukit jadi primadonanya," kata Sarnu.

Pengunjung bukit berasal dari berbagai kalangan. Bahkan menurut Sarnu, ada keluarga nekat membawa bayinya ke puncak bukit. Ya, sebegitu mengundang fanatisme, hamparan keindahan bukit yang tetap sejuk kendati matahari terik.

Dijelaskan, saat ini sudah dibangun lahan parkir dan penitipan kendaraan bermotor di bawah bukit, masuk wilayah Desa Pagerukir. Sarnu menyebut pengelolanya adalah Karang Taruna RT 04/03.

Tidak ketinggalan, sejumlah warung turut berdiri menanti pengunjung untuk sekadar rehat. Dia tidak menampik keberadaan bukit Cumbri menunjang taraf kehidupan warganya.

"Sayang air bersih belum sampai ke bukit," katanya.

Sekitar dua bulan lalu, lanjut kades, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ponorogo menyambangi bukit itu. Sarnu dijanjikan saluran air bersih yang dapat mencapai area bukit di desanya.

Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda terealisasi. Padahal Sarnu bersama warganya berharap saluran air untuk fasilitas pengunjung.

"Selama ini para pemuda mengangkut air dengan jeriken dari bawah," jelas Sarnu.

Sarnu memimpikan bukit Cumbri menjadi pilihan utama wisata alam. Menilik keindahan pemandangan di atas bukit, matanya menerawang bakal bermunculan penginapan di desanya. Dengan begitu ekonomi warga akan turut terangkat.

(Asta Yanuar || di sunting dari Radar Ponorogo)

Link Asli Scan kode berikut



Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup