BREAKING NEWS

Sunday, October 15, 2017

Nenek Sri, Hidup Sebatang Kara Diusia Senja



HRNews-- Kenyataan memang tak selalu sesuai dengan harapan. Terkadang, orang memandang nasib orang lain tampak indah. Terkadang sebaliknya, bahkan kenyataan terkadang sangatlah miris dan menyedihkan. Seperti halnya yang dialami salah satu warga Ponorogo ini. Dimasa tuanya, beliau tidak bisa menikmati masa tua yang indah seperti yang pada umumnya orang-orang harapkan. Tak ada anak dan tak ada sanak saudara yang merawat beliau di usia senja.

Beliau bernama Ibu Sri, tinggal sebatang kara di kawasan tengah kota Ponorogo, Jawa Timur. Sri tinggal di rumah sangat sederhana bahkan bisa dibilang tak layak. Dan yang lebih mengenaskan, beliau tinggal di lingkungan yang berada di kawasan tengah kota Ponorogo, yang dekat dengan pusat pemerintahan kota Ponorogo.

Menurut postingan akun Facebook Ponorogo Peduli, wanita ini sehari-hari makan bergantung dari pemberian tetangga sekitar rumahnya, rumah Sri terkepung bangunan lain yang berada di sekitarnya bahkan lebih parah jalan masuk menuju rumah wanita tersebut sangat sempit hingga Untuk menuju rumah tersebut, warga sekitar pun harus mengubah posisi tubuh menjadi miring.

"Untuk sekadar menemukan bahkan bisa masuk ke rumah mbah e ini saja nyaris tidak bisa. Jalan menuju rumahnya telah tertutup dari semua sisi. Hanya tersisa lorong gang kecil celah bangunan rumah depannya. Hanya 30cm saja. Anak atau orang kurus saja sampai harus berjalan miring. Jika masuk dengan memakai tas ransel, sudah tidak bisa. Hingga kru kita yang berbadan sedikit besar, walau sudah miring tetap tidak bisa masuk ke lokasi. Satu jalur alternatif lainnya, adalah lewat rumah (dapur) tetangganya," tulis akun Facebook Ponorogo Peduli dalam unggahannya.

Bukan hanya jalan akses menuju rumahnya yang sangat sempit, namun rumah Bu Sri ini juga berukuran sangat sempit yakni 2x4 meter. Ruangan seukuran itu pun mencakup semua fungsi yaitu ruang tidur, duduk, masak, dan kamar mandi/wc.

Nenek Sri sudah tak lagi memiliki saudara yang bisa dimintai bantuan. Karena, selama hidup ia tak pernah menikah dan memiliki anak. Untuk makan sehari-hari, warga sekitar kediaman Sri pun bergantian mengirimkan makanan.

"Bu Sri ini sendiri karena tidak nikah dan jelas tak punya anak. Sedang saudara entah dimana tempat tinggalnya. Untuk hidup makan minum kesehariannya dibantu tetangga. Juga diambilkan dan dibantu pihak RT yg mengalokasikan kas arisan untuk biaya hidup mbah e ini.
Hingga dijadwal bergantian siapa yg giliran bantu ngopeni makan minumnya," tambah pengelola akun.***

(Diedit seadanya dari Tribunwow(dot)com/Dhika Intan)

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup