BREAKING NEWS

Sunday, January 8, 2017

HR News - Hak-Hak Dila Bakal Diurus Kemenaker






Ponorogo – Kasus dugaan penganiayaan tenaga kerja wanita (TKW) asal Ponorogo, akhirnya sampai juga ke kementerian tenaga kerja (kemenakert). Asisten Staf Ahli Kementerian Tenaga Kerja Lily Koesnadi kemarin (6/1) turun gunung menjenguk korban Fadila Rahmatika yang dirawat di RSU Darmayu Ponorogo.
Lily mengatakan kasus Dila, sapaan Fadila Rahmatika, ini jadi pelajaran bersama. Khususnya, masyarakat yang ingin kerja di luar negeri harus sesuai prosedur resmi dari pemerintah. Sehingga aman, nyaman dan ketika ada masalah dapat diselesaikan dengan mudah. ‘’Kalau seperti ini jadi berlarut-larut,’’ kata Lily.

Perempuan yang kemarin tampil kasual ini juga menyebut pemerintah akan terus mensuport semua proses agar korban mendapatkan hak-haknya. Meski status Dila sebagai TKI ilegal, pihaknya akan tetap berusaha melakukan pembelaan. Menurut Lily, yang terpenting saat ini siapa yang bertanggung jawab atas pembiayaan perawatan pengobatan Dila. ‘’Sedangkan disnaker dan kemenaker akan berusaha mengurus hak-haknya,’’ tegasnya.

Pihaknya juga akan menginvestigasi kasus ini. Jika terbukti pihak jasa tenaga kerja yang memberangkatkan Dila bersalah, akan disanksi. Hasil investigasi sementara, Dila ke luar negeri atas bantuan Didik. Dia mengantar Dila yang ingin jadi TKW di Singapura kepada Syahrul, petugas lapangan PT Pancamanah Utama, Surabaya.

Namun, karena PT tersebut tidak menempatkan TKI ke Singapura, akhirnya Syahrul berinisiatif mencarikan broker. Selanjutnya menyalurkannya ke pihak agen tenaga kerja di Singapura. ‘’Jadi tidak ada kaitannya dengan PT Pancamanah Utama,’’ jelasnya.

Sejak rawat inap di rumah sakit Rabu (4/1) sore lalu, kondisi Dila yang diduga jadi korban penganiayaan oleh majikan di Singapura berangsur membaik. Kendati masih depresi, Dila sudah mulai dapat berkomunikasi dengan lancar. ‘’Sudah lebih baik dari sebelumnya, meski masih mengeluh sering pusing,’’ kata Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto yang mendampingi Lily.

Ibed, sapaan Bedianto, menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kemenaker. Dia minta dokter yang menangani perawatan dan pengobatan Dila melakukan visum serta check up menyeluruh. ‘’Kami ingin tahu kondisi Dila yang sebenarnya,’’ terangnya.

Hasilnya akan dikirim ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura sebagai bukti untuk membantu penanganan kasus TKW asal Desa/Kecamatan Sukorejo tersebut. Ibed menegaskan korban mengalami kekerasan dan penganiayaan. Tidak ada kasus pelecehan seksual. ‘’Terkait kabar dirujuk ke RSUD dr Sutomo Surabaya, kami belum tahu. Masih menunggu dari dokter yang menangani,’’ ujarnya. (tif/sat)
Sumber : radarmadiun.co.id

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup