BREAKING NEWS

Thursday, November 3, 2016

HR News - Berdalih Untuk Datangkan Uang Miliaran, Dukun Cabul Asal Ponorogo Ini Setubuhi 3 Gadis ABG



PONOROGO - Ulah Sukarno (70), cukup piawai untuk melakukan hubungan suami istri  dengan gadis di bawah umur.

Lelaki asal  Ponorogo itu berkedok dukun sakti dan mengajak ritual korbannya agar bisa mendatangkan uang miliaran rupiah.

Tiga Anak Baru Gede (ABG) yang dicabuli pria belum menikah itu adalah WD, 14, NW, 16 dan BR, 17, semuanya asal Ponorogo.

Terbongkarnya kedok dukun awu-awu ini setelah salah satu korban cerita ke ibunya jika habis disetubuhi tersangka.

Seketika itu, Nurwati, 38, salah satu ibu korban lapor ke polisi. Akhirnya dukun cabul ini ditangkap penyidik Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jatim.

Tersangka saat ditangkap berada di sawah dan tidak melawan.

Perbuatan bejat tersangka sebenarnya berlangsung sejak 2013. Namun korban tidak berani bicara ke orang tua atau lapor ke polisi.

Karena tersangka selalu mengancam akan dibuat sakit seumur hidup, matanya dibuat buta atau membunuh korban dan keluarganya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, menjelaskan sebelum melangsungkan pencabulan, tersangka minta tolong pada temannya, Benyamin, 45.
Ia agar dicarikan anak perempuan di bawah umur untuk diajak ritual yang akan bisa mendatangkan kekayaan.

Benyamin yang tidak sampai berpikiran jika sampai terjadi persetubuhan, akhirnya dicarikan dan salah satu korban adalah keponakannya sendiri.

Keponakan Benyamin pun dipamitkan ke orangtuanya dan disetujui.

Dalam ritual itu, versi tersangka akan datang tokek gaib yang nota bene untuk mendatangkan uang dan sejumlah benda pusaka.

Tak tanggung-tanggung tokek gaib itu jika muncul bisa laku Rp 200 miliar/ekor dan uangnya akan diserahkan ke korban.

Tapi syaratnya harus melakukan persetubuhan dengan perempuan yang usianya 10-14 tahun.

"Syarat ini kata Sukarno mutlak agar tokek gaib mau datang," tutur Kombes Argo kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (3/11/2016).

Lantas korban diajak ke rumah tersangka dan ritual dimulai. Salah satu syarat yang diajukan tersangka adalah tidak boleh ada yang melihat atau mengintip.
Baik itu orang tua atau orang yang ada di sekelilingnya.

Setelah masuk kamar, korban disuruh rebahan di atas meja yang dimodifikasi untuk ritual. Untuk mempedayainya, korban digilir satu persatu untuk masuk ruang tertutup.

"Tersangka pura-pura komat-kamit dan menggerayangi korban dan berakhir dengan persetubuhan," paparnya.

Ketika tersangka melakukan aksi, selalu membisikan di telinga korban agar tidak teriak.

Ia menodongkan keris ke leher korban jika sampai teriak. Dalam aksinya, korban sampai lupa disetubuhi tersangka.

"Yang jelas perbuatan itu berlangsung mulai 2013 hingga kini. Perbuatan itu tak hanya dilakukan di rumah saja. Tapi di kebun atau di tepi sungai," ungkap Kombes Argo.

Untuk mengaburkan pencabulan, tersangka berdalih jika ritual itu ditujukan pada tokek gaib dan pengambilan barang pusaka. Apakah tokek gaib itu muncul atau datang?

"Tidak, justru tokeknya Sukarno yang datang," gurau penyidik saat rilis di Bid Humas Polda Jatim kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).



Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa foto kopi akta kelahiran para korban WD, NW dan BR.

Ada juga, kain warna putih, satu buah jenglot terbuat dari lilin, satu plastik bunga, satu buah udeng, satu keris dan satu golok warna hitam serta empat buah cincin.

Penyidik juga menyita emas batangan terbuat dari kuningan, dupa, tiga ekor tokek dan ponsel.

Pasca terjadinya kasus ini, korban yang rata-rata masih duduk di bangku kelas 1 SMP trauma. Penyidik berupaya memberi penanganan psikologi pada korban.

"Apabila korban masih mengalami trauma berat akan dibawa ke pusat perlindungan anak untuk memulihkan trumati pada korban kejahatan seksual," jelas Kombes Argo.

Sumber : tribunnews.com

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup