BREAKING NEWS

Wednesday, October 5, 2016

HR News - Longsor, Tebing Setinggi 8,5 Meter Terjang SMPN 4 Ngrayun




Ngrayun – Longsor, Tebing Setinggi 8,5 Meter Terjang SMPN 4 Ngrayun. Longsor tidak hanya menerjang kawasan pemukiman, namun bencana tersebut juga menimpa sekolah di Kabupaten Ponorogo.

Adalah SMPN 4 Ngrayun yang harus terkena longsor. Tebing setinggi 10 meter di SMPN 4 Ngrayun, Baosan Kidul, Ngrayun, longsor. Dua ruang kelas jebol dan satu ruang keterampilan rusak parah. Ketiga ruangan tersebut tidak dapat digunakan. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa dialihkan ke ruangan lain.

Kepala SMPN 4 Ngrayun Gunandi menuturkan, longsor terjadi Minggu malam, sekitar pukul 22.00. Kala itu, hujan lebat sedang mengguyur desa setempat. Kebetulan, letak sekolah berada di lereng bukit.

Tiba-tiba, suara gemuruh terdengar dari tebing setinggi 8,5 meter yang ada di samping sekolah. Seorang penjaga sekolah kaget. Begitu dicek, rupanya tebing longsor. “Material longsoran mengenai dua ruang kelas yang ada di bawah tebing,” ujarnya, Rabu (5/10/2016).

Diketahui, dinding dua ruang kelas untuk kelas VII tersebut jebol. Timbunan material longsor juga berdampak pada retakan memanjang di dinding kedua ruangan tersebut. Tidak hanya dua ruang kelas itu, satu ruang keterampilan siswa yang terletak di atas bukit juga terdampak.

Dua tiang yang ada di ruangan dalam kondisi tergantung. Teras dan dinding juga retak-retak. Gunandi mengaku hingga kemarin pihaknya belum membersihkan material longsor karena khawatir jika dibersihkan, tiang di ruang keterampilan patah dan menyebabkan ruangan ambruk. Begitupula  dua ruang kelas di bawah tebing.

“Ditakutkan jika dibersihkan ketiga ruangan itu bisa rusak lebih parah. Maka kami biarkan,” terangnya.

Untuk sementara ini, Gunandi menyebut KBM tetap berlangsung. Namun pihak sekolah memberi pembatas di seputaran tiga ruangan yang terdampak longsor tersebut. Siswa dilarang mendekat. Sebanyak 58 siswa di dua kelas tersebut untuk sementara menempati ruang perpustakaan dan laboratorium.

Menurut Gunandi, potensi longsor di sekolahnya tidak tergolong memprihatinkan. Namun longsor sudah terjadi empat kali sejak 10 tahun terakhir. “Dan longsor kali ini yang paling parah dari sebelumnya,” ujarnya.

Sumber : beritajatim.com

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup