BREAKING NEWS

Wednesday, October 12, 2016

HR News - Hingga Saat ini Belum Ada Keterangan Resmi Penyebab TKI Asal Ponorogo Jatuh Dari Lantai 11 di Hongkong



PONOROGO -  Mata Tri Hantoro tampak berkaca-kaca saat menceritakan kabar mengenai kematian anaknya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong.

Ayah tiga anak ini mengaku kaget dan tidak percaya mendengar kabar duka itu. Dia mendapat kabar menyedihkan itu dari kakak ipar Dhinia yang menghubunginya pada Minggu (9/10/216).

"Saya dapat informasi dari kakak iparnya, kebetulan juga bekerja di Hongkong," kata Tri Hantoro saat ditemui di rumahnya di Jalan Umbokarno no 78, Surodikraman, Kecamatan Ponorogo, Ponorogo, Rabu (12/10/2016) siang.

Tri menuturkan, putri bungsunya baru dua bulan bekerja di Hongkong. Dhinia berangkat pada 10 Agustus lalu, melalui agen penyalur TKW PT Mitra Sinergi Sukses, di Sidoarjo.

Dia menuturkan, terakhir berkomunikasi dengan putri kesayangannya itu pada 23 September 2016.

Waktu itu, Dhinia menceritakan suasana dan aktivitas kerjanya di Hongkong.

Saat itu, melalui telepon, Dhinia mengaku kerasan bekerja di Hongkong. Dhinia yang hanya lulusan sekolah Kejar Paket C juga mengatakan akan mengirim sebagian uang gajinya kepada ayahnya.

"Itu terakhir kali saya mendengar suara anak saya," kata Tri lirih.

Tri mengatakan, putrinya merupakan sosok anak yang rajin bekerja dan patuh terhadap orangtua. Dia mengaku tidak pernah mendapat firasat atau mimpi buruk sebelum mendengar kabar kematian putrinya.

"Dia anaknya sregep (rajin), dan tidam pemalu," katanya.

Selain mendengar kabar dari kerabat, Tri Hantoro juga mendapat kabar kematian dari pihak agen yang membawa anaknya ke Hongkong.

"Kemarin Minggu, dari PL dari PT MSS diantar Pak RT ke sini," katanya.

Ditanya penyebab kematian anaknya, dirinya juga tidak mengetahui secara pasti. Sebab, dari pihak PT MSS juga belum mengetahui penyebab kematian Dhinia.

"Ada tiga kemungkinan katanya, bunuh diri, penganiayaan atau kecelakaan. Mereka belum berani mengatakan penyebabnya, karena masih diselidiki kepolisian di Hongkong," ujarnya.

Ditanya harapannya, Tri mengaku sudah pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan YME.

"Yang sudah terjadi biar terjadi, itu sudah di luar kendali saya. Yang penting anak saya cepat pulang," kata Tri kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara itu, istrinya yang bernama Mistri (56) masih shock mendengar kabar kematian putrinya.

Begitu juga dengan suaminya, Nanang Setiono (25) dan putranya yang baru berusia 3 tahun.

Saat ini, di rumahnya digelar pengajian setiap malam sambil menunggu kepulangan Dhinia. Tri belum tahu, kapan jasad anaknya akan dipulangkan.

"Mungking 3 atau 4 hari lagi," imbuhnya.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Ponorogo Sumani, membenarkan adanya kabar kematian TKW asal Ponorogo diHongkong bernama Dhinia Sabatini. Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian korban.

"Kami belum bisa pastikan apakah bunuh diri atau kecelakaan. Kami masih menunggu informasi dari KJRI dan PT yang memberangkatkan," kata Sumani saat dihubungi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Namun, informasi yang beredar di sosial media, korban terjatuh dari lantai 11 gedung apartemen tempatnya bekerja.

"Kami juga masih menunggu hasil otopsi dari kepolisian di Hongkong," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sumani mengatakan, Dhinia merulakan TKW formal dan berangkat ke Hongkong melalui jalur legal.

Dhinia terdaftar di Disnakersostrans Ponorogo pada 23 marer 2016. Setelah itu, Dhinia juga telah mengeikui pelatihan ke 26 Maret - 9 juli 2016.

Pada 13 Juni, Dhinia dinyatakan lulus uji kompetensi. Kemudian pada 10 Agustus Dhinia diterima di PT MSS dan diberangkatkan ke Hongkong pada 10 Agustus 2016, sebagai pembantu rumah tangga.

Sumber Info : Surya (TRIBUNnews.com Network)

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup