HR News Proyek Waduk Bendo masih Diterpa Masalah

Hilang satu tumbuh seribu. Pepatah tersebut tampaknya tepat menggambarkan perjalanan megaproyek Waduk Bendo. Bagaimana tidak, masala...



Hilang satu tumbuh seribu. Pepatah tersebut tampaknya tepat menggambarkan perjalanan megaproyek Waduk Bendo. Bagaimana tidak, masalah kembali menerpa. Kendati urusan tukar menukar kawasan hutan (TMKH) untuk lahan pengganti relokasi warga terdampak sudah mendapat solusi, pembangunan tapak bendung waduk di Dusun Bendo, Ngindeng, Sawoo belum dapat dimulai. Target pengerjaan pondasi tapak pun diprediksi molor di 2017. Penundaan anggaran akibat keuangan negara yang tengah defisit menjadi penyebabnya. ‘’Direncanakan tahun ini pengerjaan penguatan pondasi tapak bendung sudah dikerjakan. Tapi sepertinya ditunda tahun depan, ‘’ kata PPK Pembangunan Bendungan Waduk Bendo, Tri Joko Inti Budi Santoso.
Joko menyebut pemangkasan mencapai Rp 10,5 miliar. Akibatnya, progres kerja melambat. Joko menyebut pengerjaan baru di angka 20,8 persen. Hanya meningkat lima persen sekitar lima bulan lalu. Beberapa pekerjaan ditunda. Mulai penguatan pondasi tapak bendung hingga pembangunan rumah pengganti untuk 89 kepala keluarga (KK) terdampak. Pihaknya tengah mengerjakan spill way sisi utara. Yakni, penguatan dinding waduk. Joko menyebut sudah nyaris selesai. Selain itu, pengecoran terowongan juga sedang dikerjakan. ‘’Setiap hari kami lakukan pengecoran dinding melingkar terowongan. Sudah mencapai 150 meter,’’ jelasnya sembari menyebut panjang total terowongan 453 meter dengan rata-rata pengerjaan enam meter per hari.
Joko menambahkan, secara angka progres Waduk Bendo memang masih kecil. Apalagi jika diukur sejak awal pengerjaan 2013 silam. Namun, pihaknya memang tidak bisa sembarangan mengebut pekerjaan. Masalahnya, areal pembangunan waduk masih dihuni warga. Mereka belum direlokasi. Permasalahan lahan pengganti memang cukup alot. Memakan waktu 1,5 tahun. Namun, bukan berarti masalah selesai setelah lahan pengganti klir. Relokasi lagi-lagi tertunda setelah anggaran tahun ini dipangkas. ‘’Selama masih ada warga pengerjaan tidak maksimal. Bahkan, kami harus mengungsikan dahulu saat peledakan terowongan lalu,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan, pengerjaan Waduk Bendo kembali on the track. Urusan tukar menukar kawasan hutan (TMKH) yang tak kunjung klir akhirnya mendapat solusi. Lahan pengganti untuk 89 kepala keluarga (KK) terdampak di petak 117 dan 118 tak perlu digeser. Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya menyetujui usulan bupati Ipong Muchlissoni agar dibuatkan jalan lingkar di seputar lahan pengganti. Pihak kementerian urung menggeser lokasi. (agi/irw)

Sumber : http://www.setenpo.com/2016

Related

HR FM 7249787688864869181

Posting Komentar

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

emo-but-icon

Follow Us

Streaming

HR FM On Tune In

Baru

Populer

Komentar

Rennes Sindikat

Rennes Sindikat

Space Iklan


Connect Us

item