BREAKING NEWS

Tuesday, September 20, 2016

HR News - Pedagang Kaset dan Jasa Permainan Anak Stop Selama Grebeg Suro



PONOROGO - Selain permasalahan tarif sewa stan, gelaran Grebeg Suro tahun ini juga mengundang tanya PKL yang bergelut dibidang penjualan kaset VCD dan jasa permainan anak.

Seperti yang diungkapkan Joko Widiantoro. Ketua Paguyuban Langgeng Mulyo yang membawahi penyedia jasa mainan itu mengaku pasrah jika tidak dapat beroperasi saat event tahunan dengan kegiatan inti lomba kesenian reyog tersebut.

Joko menyebut jika pihaknya diminta tidak beroperasi bersama - sama dengan pedagang kaset. Alasannya sepele. Keberadaan mainan anak dan penjual kaset dinilai mengganggu lomba reyog.

Suara yang ditimbulkan dari piranti sound system penjual kaset dan jasa mainan anak dikhawatirkan mengganggu konsenterasi peserta dan dewan juri lomba kesenian reyog. Sayangnya, tidak ada solusi yang diberikan agar dapur Joko dkk dapat terus ngebul.

‘’Kalau bisa dicarikan solusi biarpun tidak di alun-alun,’’ harapnya.

Joko menyebut sempat mengusulkan agar dapat beroperasi di Jalan Jenderal Sudirman. Berbagi tempat dengan area parkir. Namun, tampaknya juga kandas. Keberadaan Joko dkk malah membahayakan masyarakat.

Pihaknya berharap ada solusi lain. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari jasa sewa mainan. Setidaknya ada 30 penyedia jasa mainan yang tergabung dalam paguyuban yang dipimpinnya.

Belum lagi jumlah pedagang di paguyuban Samandiman dan Ngudi Boga. Jumlahnya mencapai sekitar 300 pedagang.

‘’Prinsipnya kami mendukung penataan PKL di alun-alun demi Event Grebeg Suro yang lebih baik. Tapi kalau diupayakan agar kami juga masih bisa bekerja kan lebih baik,’’ harapnya.

Plt Kepala Dinas Indagkop UMKM Addin Andanawarih membantah adanya polemik di antara pedagang terkait dengan pelaksanaan Grebeg Suro tahun 2016. Dia menyebut permasalahan penataan PKL selama gelaran Grebeg Suro sudah klir.Pun, pedagang sudah sepakat.

Pihaknya juga memberikan bantuan subsidi masing-masing Rp 350 ribu untuk enam stan bagi pedagang. Sedang, pedagang lain siap menyewa secara mandiri dengan sistem patungan. Harga Rp 1 juta yang ditawarkan sudah disepakati saat rapat Rabu (14/9).

‘’Memang harus menyewa karena pameran dikemas berbeda tahun ini. Lebih eksklusif,’’ jelasnya.

Namun, pihaknya ogah dinilai tak berpihak pada pedagang kecil. Indagkop sudah menyewakan 24 stan untuk UKM. Ditambahkan subsidi enam stan untuk pedagang.

Pihaknya juga mengupayakan permintaan pedagang untuk berjualan diluar pagar memanfaatkan trotoar. Namun, bukan selama event berlangsung. Hanya saat malam puncak Grebeg Suro. Pihaknya siap membantu mengkomunikasikan kepada bupati.

‘’Prinsipnya pedagang sudah setuju. Mereka legawa demi event Grebeg Suro yang lebih baik,’’ jelasnya. (agi/irw/jprm)

Sumber Info : www.setenpo.com + Jawa Pos Radar Madiun

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup