BREAKING NEWS

Tuesday, July 12, 2016

HR News - Setubuhi Pelajar SMP, Warga Jenangan Dipolisikan



PONOROGO-SAD(17) warga Dusun Bekayen, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo harus berurusan dengan Polisi. Pasalnya, dia terungkap telah beberapa kali mengajak hubungan badan dengan sebut saja Bunga (15) warga Dusun Pabrik, Desa Bulukidul, Kecamatan Balong, Ponorogo kekasihnya yang baru dikenal sepekan menjelang puasaan lalu.

Kapolsek Jenangan AKP Suwito menyatakan, kisa terlarang antara SAD dan Bunga bermula saat keduanya berkenalan melalui jejaring perkawanan facebook sekitar sepekan menjelang Ramadan.

Dua remaja tanggung berlainan jenis ini kemudian sering berkencan dan berjalan-jalan berduaan ke sejumlah tempat wisata di Ponorogo.

Kencan pun terus berlanjut meski dibulan suci Ramadhan. Dengan dalih mau jalan-jalan pagi usai sholat subuh, Bunga pamitan kepada orang tuanya.

Ayah Bunga pun tak curiga dan mengizikan anak gadisnya keluar rumah.

“Ternyata, Bunga tidak kembali sampai saat berbuka tiba. Ditunggu lagi, ternyata tidak pulang juga. Bahkan sampai beberapa hari gadis bau kencur itu menghilang dari sekitar rumahnya,” ungkap AKP Suwito.

Berhari-hari tak pulang membuat keluarga Bunga mulai kebingungan dan was-was yang kemudian berusaha mencari anaknya dengan berbagai cara.

Dari upaya pencarian tersebut orang tua Bunga mendapat informasi jika Bunga berada di Desa Plalangan, atau di rumah SAD. Yang kemudian orangtua Bunga mendatangi rumah SAD dan menemukan anaknya, Selasa (05/07/2016) petang atau tepat pada malam takbir lalu diajak pulang.

“Setelah ditanyai orang tuanya, Bunga mengaku selama sepekan ia memang berada di rumah SAD saja dan tidak keluar rumah. Bunga juga mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri hingga berkali-kali di kamar SAD,” ungkap AKP Suwito.

Tak terima dengan perlakuan terhadap anaknya, orang tua Bunga kemudian melaporkan SAD ke Polsek setempat bersama perangkat desa pada Kamis (07/07/2016) pagi.

Mendapati laporan tersebut, anggota Polsek Jenangan langsung mendatangi rumah SAD untuk dilakukan penangkapan dan ditetapkan sebagai tersangka. Iapun dituduh melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur.

“Dari penyidikan, hubungan keduanya berdasarkan suka sama suka. Tidak ada unsur pemaksaan. Tapi poinnya adalah bahwa tersangka telah melakukan perbuatan melanggar pasal 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ulas AKP Suwito.

Bunga sendiri, lanjut AKP Suwito, tidak mau diantar pulang atau pergi meninggalkan rumah SAD. Diduga, Bunga enggan berpisah dengan SAD karena terlanjur menyerahkan keperawannya kepada SAD. Bunga pun memilih terus berada di kamar SAD selama tujuh hari tujuh malam tersebut.

“Mungkin terlalu cepat dewasa, sudah tidak bisa menahan diri mungkin,” ujarnya.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi mengatakan, meski ditetapkan sebagai tersangka, SAD tidak ditahan. Ini karena SAD masih berusia 17 tahun 11 bulan atau masuk kategori di bawah umur. Sehingga sesuai amanah undang-undang, SAD bisa tidak ditahan dengan jaminan dari orang tua dan perangkat desa setempat.

“Untuk kasus ini sedang dilakukan proses diversi. Jumat (8/7) sudah dilakukan upaya itu, termasuk melaporkannya ke Bapas (Badan Pemasyarakatan) Madiun (wilayah kerja eks-Karesidenan Madiun). Mungkin Senin (11/7) sudah ada rekomendasi dari Bapas. Kelanjutannya bagaimana tergantung para pihak yang terlibat. Kalau bisa didamaikan yang kasus dihentikan, kalau orang tua Bunga ingin berlanjut maka bisa sampai ke persidangan,” urai AKP Harijadi.(wad)

Sumber Info : Kanalponorogo.com

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup