BREAKING NEWS

Wednesday, July 13, 2016

HR News - Satu Setengah Tahun Jadi Tersangka, Mantan Wabup Yuni Widyaningsih Belum Ditahan



PONOROGO-Satu setengah tahun menjadi tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dalam proyek pengadaan alat peraga pendidikan Sekolah Dasar dengan nilai proyek sebesar Rp 8,1 miliar, mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih belum juga ditahan.

Mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Desember 2014 dan berkas yang sudah lengkap (P21) pun hingga kini masih ngendon di penyidik Kejari Ponorogo, belum dilimpahkan ke jaksa penuntut.

Dalam kasus tersebut telah menjatuhkan vonis kepada Supeno, Marjuki, Son Sudarsono( PNS Dinas Pendidikan Ponorogo), Yusuf Pribadi(mantan Plt Sekdakab Ponorogo), Nur Sasongko, Keke Aji Novelyn, Anang Prasetyo(dari CV global Inc, rekanan penyedia/produsen alat peraga) dan Hartoyo(broker).

Delapan orang terpidana yang menjalani hukuman, sebagian malah sudah bebas dari tahanan, sedangkan tersangka Yuni Widyaningsih masih tetap melenggang berkeliaran.

Dengan belum ditahanya Yuni Widyaningsih ini banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat Ponorogo, bahkan hingga ada yang mengira jika kasus dengan tersangka Yuni Widyaningsih telah di SP3 alias dihentikan.

Ditemui diruanganya beberapa hari lalu, Kasintel Kejaksaan Negeri Ponorogo Iwan Winarso, menyatakan jika kasus korupsi DAK Dindik 2012-2013 ini masih berlanjut.

“Perkara DAK masih terus berlanjut dan memang saat ini belum dilimpahkan ke jaksa,”ucapnya.

Pihak Kejari sudah pernah melayangkan surat panggilan kepada Yuni Widyaningsih untuk pelimpahan berkas dan tersangka kepada jaksa penuntut, namun yang bersangkutan  mangkir, dan hingga kini belum ada lagi surat panggilan kedua.

“Kasus Bu Ida tidak dihentikan, masih berlanjut,”terang Iwan.

Senada dengan Kasintel Iwan Winarso, Kasi Pidsus Hepy Alhabiby juga menegaskan bahwa kasus DAK dengan tersangka Mbak Ida ini tidak dihentikan.

“Tidak, tidak dihentikan, kan juga sudah kita panggil untuk pelimpahan tahap dua, walau dia tidak datang. Selanjutnya kita menunggu arahan pimpinan,”terang Hepy Al-Habiby.(wad)

Sumber : KANALPONOROGO

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup