BREAKING NEWS

Saturday, July 23, 2016

HR News - Hadiah peluru untuk pelaku Yang sudah diburu



PONOROGO - Satu dari tiga pelaku spesialis pembobol rumah kosong terpaksa dihadiahi timah panas oleh anggota Satreskrim Polres Ponorogo karena berusaha kabur disaat hendak dilakukan penangkapan, Sabtu (23/07/2016).

MFD yang juga DPO Polres Probolinggo ini harus menyerah setelah kedua kaki ditembus timah panas dan dilarikan ke UGD RSU Aisiyah Ponorogo.

Selain itu, tim buser Polres Ponorogo juga berhasil menangkap dua rekan pelaku masing-masing RML dan RH ditempat persembunyian mereka di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Uniknya dua dari tiga pelaku yang tertangkap adalah bapak dan anak, bahkan dari pengakuannya, bapak dan anak ini kompak dalam melakuakn pencurian khusus rumah kosong di delapan Tempat Kejadian Perkara(TKP).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memiliki peranan masing masing, yakni FR(buron) sebagai penggambar dan penunjuk jalan, sementara pelaku lain sebagai eksekutor.

Dari pengakuan para pelaku, barang hasil curian mereka jual disejumlah pasar gelap dan uang yang didapat langsung digunakan untuk berpesta minuman keras.

“Saya tinggal di Jeruksing. Habis kerja pulang ke Jeruksing kadang juga ke Probolingo,”ucap salah satu pelaku MFD.

Sementara dari pengakuan pelaku lain yaitu RH bahwa mereka telah melakukan aksinya di kota lain diantaranya di Jombang dan Mojokerto,”di Ponorogo, Jombang, dengan ngrusak kunci itu. Empat orang pak temen saya, uangnya saya pakai untuk foya-foya,”aku RH.

“Kita tangkap ada di wilayah Pandakan, Tretes, Pasuruan. Terus kita kembangkan lagi ternyata bapaknya ikut dalam aksi pembobolan di Ponorogo ini. Saat hendak kita lakukan penangkapan yang satu berupaya melarikan diri, dan akhirnya kita lumpuhkan dengan timah panas,”terang salah satu tim Buser Satreskrim Polres Ponorogo, Rusmanto.

Kini polisi masih memburu satu orang pelaku lain yang masih menjadi buronan.

Atas perbuatanya pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan diancam kurungan maksimal 7 tahun penjara.(wad)

Sumber Info : KANAL PONOROGO

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup