BREAKING NEWS

Sunday, July 10, 2016

HR News - Dianggap Tradisi, Warga Ponorogo Abaikan Edaran Polisi



Keluarnya surat himbauan pelarangan manaikan balon bersumbu api ke udara serta penyataan petasan atau mercon yang dikeluarkan Polres Ponorogo dan disebarkan sehari sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijiriah kepada seluruh Kepala Desa atau Lurah dan Tokoh Agama serta Tokoh masyarakat se-Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Memang benar Polres Ponorogo sudah mengirim surat himbauan ke seluruh Kades, Lurah dan Tokoh se-Kabupaten Ponorogo terkait larangan menaikan balon bersumbu api ke udara dan penyalaan petasan karena sangat berbahaya,” jelas AKP Harijadi selaku Kasubag Humas Polres Ponorogo.

Tetapi himbauan dari Polres Ponorogo tersebut ternyata masih bertepuk sebelah tangan. Terbukti masyarakat masih melakukan ‘tradisi’ menaikkan balon dan membunyikan petasan. Usai sholat Id ribuan balon ke udara dan suara petasan masih menggelegar di atas udara Bumi Reyog, hinnga hari kedua lebaran.

“Sebenarnya kami sudah menempelkan surat himbauan dari Polres Ponorogo ke tempat-tempat strategis dan bahkan saat sebelum pelaksanaan sholat Id di lapangan Perseba Bancar pihak PBHI juga sudah membacakan himbauan di depan jamaah tetapi mungkin kesadaran masayarakat masih kurang karena dia hal itu dianggap sebagai tradisi,” ujar salah satu Kepala Desa Kecamatan Bungkal, Ponorogo Kamis (7/7/2016) kemarin.

Ditambahkan salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Jambon, Yasin mengatakan,  kedepan harus ada semacam sosialisasi jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba terkait larangan tersebut. “Supaya masyarakat paham sejak dini terkait hal yang membahayakan orang lain tersebut.” Pungkasnya. (Muh. Nurcholis)

Sumber info : Biro Ponorogo

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup