HR News - Selama 11 hari, Polres Ponorogo Tangkap 89 Tersangka Kriminalitas

Kepolisian Resort (Polres ) Ponorogo berhasil mengungkap 116 kasus kejahatan dengan 89 tersangka melalui Operasi Camer Semeru yang digelar...



Kepolisian Resort (Polres ) Ponorogo berhasil mengungkap 116 kasus kejahatan dengan 89 tersangka melalui Operasi Camer Semeru yang digelar selama 11 hari.

Dari operasi tersebut, sebanyak 39 pelaku harus mendekam di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Ponorogo dan sebagian masih meringkuk di sel tahanan Polres Ponorogo.

Kapolres Ponorogo, AKBP Harun Yuni Aprin seperti dirilis lensa indonesia.com menyatakan, sejumlah tindak kriminal memang menjadi perhatian khusus bagi Polri selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di antaranya adalah tindak kejahatan premanisme dan pencurian, perjudian, peredaran minuman keras, penyediaan bahan peledak dan prostitusi.

Dari ungkap kasus kejahatan tersebut dengan rincian sebagai berikut: tindak premanisme dan pencurian 19 kasus, perjudian 18 kasus, peredaran miras 27 kasus, penyediaan bahan peledak 7 kasus dan prostitusi 9 kasus.

“Harapannya ada ketenteraman dan ketertiban bagi warga yang melaksanakan ibadah,” kata AKBP Harun saat ditemui di Mapolres Ponorogo, Jumat (24/06/2016).

Dari tindak kejahatan ini, polisi mengamankan satu buah BPKB mobil hasil penggelapan; puluhan ponsel hasil pencurian, dipakai berjudi dan jaringan kejahatan; ratusan kelontong petasan; 16,5 kg bahan peledak, 1045,5 liter miras jenis arak jowo, satu botol vodka ukuran 350 ml dan sejumlah uang tunai. Ada pula sejumlah alat judi seperti dadu dan kartu emi serta enam buah gitar yang digunakan tersangka untuk mengamen sambil melakukan aksi premanisme.

“Dibanding dua pekan sebelumnya memang cenderung naik. Penyebabnya adalah polisi semakin internsif melakukan pengamanan dan operasi,” ungkap AKBP Harun.

Yang memprihatinkan, kenaikan jumlah kasus yang terungkap ini terjadi pada bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih melakukan hal-hal tersbeut meski di tengah waktu di mana mayoritas warga sedang beribadah puasa.

“Jadi tren untuk melakukan aktifitas seperti perjudian dan konsumsi serta peredaran miras masih meningkat. Ramadan sepertinya tidak berdampak bagi mereka ini,” ujar AKBP Harun.

Sejumlah barang bukti pun kemudian dimusnahkan. Di antaranya adalah untuk miras dan bahan peledak. Barang bukti lain disimpan untuk digunakan sebagai bukti dalam persidangan nanti.@arso

Sumber : SURABAYAONLINE.COM –

Related

HR FM 6928050667169881429

Posting Komentar

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

emo-but-icon

Follow Us

Streaming

HR FM On Tune In

Baru

Populer

Komentar

Rennes Sindikat

Rennes Sindikat

Space Iklan


Connect Us

item