BREAKING NEWS

Saturday, June 25, 2016

HR News - Pedagang Pasar Malam Alun-Alun Ponorogo Dikurangi


KOTA Ponorogo– Kebijakan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun mulai berimbas. Jumlah pedagang yang meramaikan pasar malam Lebaran tahun ini dipastikan berkurang cukup banyak berkisar 100 pedagang. Imbasnya, pendapatan asli daerah (PAD) dari tradisi tahunan itu dipastikan menurun. ‘’Kami pastikan pengurangan bukan pedagang dari Ponorogo,’’ kata Kabag Umum Pemkab Ponorogo Supriyadi, kemarin (24/6).

Bahkan, tiga paguyuban PKL alun-alun dari Ponorogo sudah mendapat tempat. Yakni, paguyuban Samandiman, Ngudiboga, dan mainan anak. Tempatnya pun cukup strategis, di bagian tengah. Supriyadi menyebut bupati memang menginstruksikan untuk mengutamakan PKL Ponorogo. Sedang, sisa kavling yang ada baru diperuntukkan pedagang dari luar. Namun, larangan menggunakan trotoar dan bahu jalan memaksa jumlah pedagang terbatas. Perhitungan, Supriyadi penurunan berkisar seratusan pedagang. ‘’Dulu saat masih diperbolehkan berjualan di jalan dan trotoar ada sekitar 100 pedagang. Mungkin nanti berkurangnya juga segitu,’’ terangnya.

Jenisnya beragam. Mulai pedagang makanan, seperti bakso, celengan, aksesori, hingga baju. Supriyadi menyebut pedagang masih berkesempatan mendaftar sebelum pembukaan, sore nanti. Sebab, masih ada sejumlah kavling di dalam alun-alun yang belum terpakai. Namun, pedagang harus bergegas. Jumlah total mencapai 600 pedagang. Saat ini tinggal menyisakan segelintir saja. Sejumlah pedagang sudah terlebih dahulu dikonfirmasi sudah tidak ada tempat. Tujuannya agar pedagang tidak kecewa sebelum sampai ke Ponorogo. ‘’Kebanyakan pedagang merupakan pelanggan lama. Jadi kami sudah punya kontaknya,’’ ungkapnya.

Supriyadi menyebut pengurangan jumlah pedagang juga berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD). Namun, jumlahnya tak besar. Sebab, retribusi pasar malam juga tak mahal. Pemkab membebankan Rp 235.500 saban kavling yang disewa selama gelaran pasar malam. Jika dihitung per hari, pedagang hanya dikenakan pungutan sembilan ribu rupiah. Pemkab membebankan biasa sewa kavling seribu rupiah per meter. Sedang, luasan saban kavling 3 x 3 meter. ‘’Perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 10 miliar selama gelaran pasar malam,’’ ungkapnya.

Sedang terkait parkir, Supriyadi menyebut kantong parkir tetap seperti hari biasa. Yakni, hanya di sisi timur. Sisi jalan seputaran alun-alun yang lain wajib steril. Pihak pemkab menyilakan menggunakan area parkir mal keraton, masjid jamik dan area parkir gedung Sasana Praja sebagai kantong parkir. Namun, khusus di Sasana Praja, pintu keluar masuk hanya melalui Jalan Diponegoro. Beberapa pinggir jalan di ring dua juga bakal difungsikan sebagai kantong parkir. ‘’Prinsipnya kawasan alun-alun nyaman dan aman untuk pengunjung. Bahkan, kereta kuda dan becak cinta kami batasi,’’ tuturnya. (agi/irw)

Sumber : radarmadiun.co.id

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup