BREAKING NEWS

Saturday, May 21, 2016

HR News --- Dibongkar di Desa Siman, Warung Mesum di Ponorogo Pindah ke Brahu



BERITAPONOROGO- Akibat pembongkaran puluhan warung kopi di Desa Siman yang diindikasikan menjadi tempat transaksi esek-esek di dalamnya, beberapa pemilik warung pindah ke Desa Brahu, Kecamatan Siman.

Pantauan bangsaonline.com, dua hari setelah pembongkaran beberapa di antaranya sudah mendapatkan tempat kontrakan.

“Saya muter seharian mas, akhirnya dapat ini”, kata MM (48) asal Sukorejo. Beda lagi SR (56) asal Siman, dia mengaku kontrak dua tempat sekaligus.

''Sebelah yang nunggu anak saya,” katanya.
Kata “anak” bisa diartikan wanita panggilan. Sebab, menurutnya, apabila tidak ada 'anak' maka warungnya akan sepi.

''Tapi jangan di sini, mainnya di luar,'' ujar SR. ''Kalau mau ngajak keluar nunggu warung kopi tutup mas, biasanya 300 ribu sampai pagi,'' sambung SR.

Indikasi yang mengarah transaksi esek-esek memang sangat kentara sekali. Namun mereka sangat selektif hanya kepada orang-orang yang telah menjadi langganannya saja.

Tentu hal ini sangat ironis sekali mengingat Kabupaten Ponorogo memiliki seumlah pondok pesantren dengan Gontor sebagai ikonnya. Terlebih lagi visi Bupati Ipong Muchlissoni akan menjadikan Ponorogo menjadi daerah yang Religius, Berbudaya dan Berkemajuan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Brahu, Suparni mengakui ada dua warung pindahan dari Desa Siman.

''Saya selaku Kepala Desa Brahu mempersilakan mereka membuka usaha di sini, akan tetapi apabila mereka melanggar norma akan kami peringatkan, namun jika tetap bersikeras, mereka juga akan kami tindak tegas”, ujarnya.

Dia berharap, jangan sampai mereka (pemilik warung) menjatuhkan nama baik Desa Brahu dengan aktivitasnya yang melanggar norma.

''Harapan kami mereka akan taubat dan insyaf di desa Brahu ini, karena ternyata berjualan yang halal pun juga mendapatkan banyak uang asal bersungguh-sungguh, selain itu kami akan terus sosialisasikan efek negatif dari seks bebas,'' sambungnya.

“Kami juga tidak bisa serta merta mengusir mereka mas, karena mereka mengontrak lahan pribadi dan PJKA yang notabene bukan lahan milik desa seperti di desa Siman kemarin, namun jika ketahuan mereka melanggar norma, tentu kami tidak tinggal diam”, tambah Suparni.

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup