Seorang Laki-laki Tewas, WIL Korban Sebagai Terduga

HRNews -- KANALMADIUN-Teka-teki meninggalnya Sai’in (57) warga Desa Duyung, Takeran, Magetan, di kamar Hotel Taman Asri, Jalan Kampar Kota...


HRNews--
KANALMADIUN-Teka-teki meninggalnya Sai’in (57) warga Desa Duyung, Takeran, Magetan, di kamar Hotel Taman Asri, Jalan Kampar Kota Madiun, Selasa (19/4) lalu, akhirnya terungkap.

Berdasar keterangan yang didapat dari keluarga korban, Sai’in tidak memiliki riwayat sakit, sementara hasil otopsi tim medis RSUP Jatim dr Soedono di Kota Madiun menyebutkan korban meninggal akibat tulang rawan leher sebelah kanan bawah rahang atas patah.

Dugaan sementara, korban dibunuh oleh LS (41) merupakan wanita idaman lain (WIL) dari Sai’in. “Hasil keterangan saksi dan alat bukti ditemukan, mengarah kepada LS sebagai tersangka. Tapi, kami belum bisa sampaikan alat yang dipakai tersangka untuk membunuh korban,” jelas Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Yulianto, Kamis (28/04/2016).

Dikatakanya, untuk mengungkap masih perlu pendalaman lagi tentang cara tersangka membunuh korban. Masih dilakukan pemeriksaan untuk tentang hasil otopsi tulang rawan korban ada patah, sedangkan tersangka hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Selain itu pengungkapan kasus kematian Sai’in, masih memerlukan keterangan sejumlah saksi, baik saksi ahli, saksi di TKP hingga saksi di tempat domisili tersangka dan korban guna menemukan bukti baru.

Menurutnya, sesuai hasil otopsi tim medis, pihaknya meragukan, jika tersangka membunuh korban. menggunakan tangan kosong. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya tulang rawan leher korban sebelah kanan yang patah.

“Kami masih meragukan jika tersangka mencekik korban dengan tangan kosong,” tandasnya didampingi Kasat Reskrim AKP Masykur.
Hasil otopsi lain, ditubuh korban tidak diketemukan kelainan jantung, paru-paru, limfa, otak, ginjal dan hati. Sesuai surat dari tim medis, korban meninggal akibat trauma benda tumpul atau jeratan benda tumpul.

Akibat perbuatannya, tersangka bisa dijerat pasal 365 KUHP jo Pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.
Saat ini, sejumlah barang bukti (BB) seperti satu unit motor, kaos, sepasang sandal, celana milik korban, sepasang sandal milik tersangka, gunting, handphone, buku tamu hotel, sprei diamankan kepolisian untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut. “Kami yakin dalam waktu dekat bisa terungkap,” tandasnya.(as/kanal-ponorogo.com)

Related

Berita 287507019881749996

Posting Komentar

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

emo-but-icon

Follow Us

Streaming

HR FM On Tune In

Baru

Populer

Komentar

Rennes Sindikat

Rennes Sindikat

Space Iklan


Connect Us

item