BREAKING NEWS

Friday, April 15, 2016

Kedatangan Jenazah Korban Hanyut Disambut Tangis



HRNews--KANALPONOROGO-
Kedatangan jenazah Sutrisno(25) warga Dusun Pacar, Desa Prajegan, Sukorejo, penambang pasir tradisional yang tewas karena terseret banjir sungai Galok, disambut tangis keluarga dan kerabat, Jumat (15/04/2015).


Jenazah korban ditemukan di sungai Bengawan Madiun, tepatnya di Desa Kandangan, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Usai ditemukan oleh warga setempat, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) dr Suroto Ngawi. Setelah dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah jasad Sutrisno, kemudian diserahkan  kepada pihak keluarga korban untuk dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Tak kuasa menahan sedih. tangis keluarga pun pecah.

“Sebelumnya kita mendapatkan info dari BPBD Ngawi, bila ada penemuan mayat di sungai Bengawan Madiun. Kami bersama dengan pihak Polsek Sukorejo kemudian berangkat ke Ngawi untuk mengecek. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan pihak keluarga korban,”ucap Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo Bediyanto. Sutrisno meninggalkan satu orang  anak yang masih berusia tiga tahun,sementara sang istri bekerja di luar negeri menjadi TKI.

Dalam kesehariannya, Sutrisno bekerja mencari pasir di sungai desa setempat, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun nahas, pada Rabu(13/04/2016) lalu, Sutrisno tiba-tiba hilang disaat arus sungai Galok sedang banjir.

Menurut Kapolsek Sukorejo, AKP Denny Fachrudianto, sebelum  jenasah dibawa pulang terlebih dulu menjalani visum untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Setelah kita mendapatkan kabar penemuan mayat di Ngawi, kemudian kita langsung kesana untuk mengecek. Dari hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan diduga korban tewas karena terseret banjir. Kemudian jenzah diserahkan dari Polres dan BPBD Ngawi kepada kita yang kemudian kami serahkan kepada pihak keluarga,”ucap Kapolsek Sukorejo, AKP Denny Fachrudianto.

Setiba dirumah duka, jenazah dimandikan dan kemudian disholatkan oleh sanak keluarga dan para tetangga. Usai itu jenasah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

_______________________
(wad/kanal-ponorogo.com)

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Group Ponorogo

Powered by HRGroup