BREAKING NEWS

Thursday, April 28, 2016

Jangan Sampai Ponorogo Jadi Kota Narkoba!



HRNews--
RadarPonorogo--Ponorogo rawan peredaran narkoba. Setidaknya, itu jika dilihat dari pengungkapan kasus narkoba tiga bulan terakhir, oleh Polres Ponorogo. Sejak Januari hingga Maret, tercatat sudah ada 16 kasus narkoba diungkap. Tak hanya itu, barang bukti yang diamankan jumlahnya cukup besar.

Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama mengatakan, peredaran narkoba sudah cukup meresahkan. Dari 16 kasus yang diungkap selama tiga bulan, ada 17 tersangka yang diamankan. Sabu-sabu mencapai 74,7 gram, pil dobel L 4.706 butir. ‘’Ponorogo yang notabene disebut kota santri, jangan sampai jadi kota narkoba juga,’’ tegasnya.

Terakhir saat operas bersihkan sindikat narkoba (Bersinar), Polres Ponorogo berhasil meringkus tiga tersangkadengan barang bukti 700 butir pil daftar G. Melihat jumlahnya, kecil kemungkinan ketiga tersangka mengonsumsi sendiri ratusan butir pil tersebut. ‘’Mengenai pengedar yang ada di atasnya, kami akan terus kembangkan kasusnya untuk memburu mereka,’’ tambah kapolres.

Untuk memaksimalkan upaya pemberantasan narkoba di bumi reyog, Polres Ponorogo menggelar Deklarasi Gerakan Tolak Narkoba. Seluruh jajaran forum pimpinan daerah (Forpimda) bahkan ikut tes urine. Usai menandatangani naskah deklarasi, satu per satu forpimda antre. Setelah itu, seluruh jajaran Polres Ponorogo dan peserta deklarasi. ‘’Keikutsertaan forpimda dalam tes urine bisa diartikan bahwa kami tegas menolak peredaran narkoba di Ponorogo,’’ paparnya.

Menurut Ricky, tes urine forpimda diibaratkan untuk menyapu kotoran diperlukan sapu yang bersih. Kapolres punya alasan khusus mengapa pihaknya menggandeng semua pihak untuk memberantas narkoba. Itu karena presiden Joko Widodo sudah menyebut bahwa tidak ada satu daerah pun di Indonesia yang murni terbebas dari pengaruh narkoba. ‘’Jumlah barang bukti yang rata-rata besar cukup menjadi indikasi bahwa ada bandar yang cukup besar disini. Ini juga menunjukkan bahwa Ponorogo sekalipun, tidak bisa lepas dari infiltrasi narkoba,’’ tegasnya.

Langkah Segera, Aktifkan BNN Kabupaten

PENGUNGKAPAN kasus narkoba oleh Polres Ponorogo tiga bulan terakhir membuat bupati Ipong Muchlissoni merinding. Bagaimana tidak, hampir seratus gram sabu-sabu yang berhasil diamankan dari wilayah Ponorogo. Belum lagi temuan kasus peredaran pil dobel L yang hampir mencapai lima ribu butir. Ironisnya, sejumlah kasus tersebut juga melibatkan remaja dan anak-anak. ‘’Kondisi ini sudah cukup memprihatinkan. Harus segera diambil langkah agar tidak semakin menjadi,’’ kata Ipong, kemarin (5/4).

Langkah terdekatnya, Ipong berencana mengaktifkan kembali Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Dia mengaku BNNK sejatinya pernah ada di Ponorogo. Namun, sudah lama vakum. Ipong menargetkan lembaga itu kembali aktif bulan ini. ‘’Kalau yang menjadi ketua biasanya wakil bupati. Sedangkan ketua hariannya wakapolres dan melibatkan sejumlah ormas,’’ paparnya.

Ipong mengaku keberadaan BNNK cukup mendesak. Lembaga bakal menjadi kaki tangan pemerintah dan kepolisian memerangi narkoba. Mulai langkah antisipasi, edukasi, dan sosialisasi. Lembaga diharap aktif turun ke bawah dengan program-program yang sesuai. Sasarannya, mulai masyarakat hingga lingkungan sekolah. Ipong berharap nantinya bakal terlaksana tes urine di kalangan pegawai pemkab dan pelajar yang dilaksanakan BNNK. ‘’Lembaga ini nantinya berada di garis depan dalam memerangi narkoba,’’ harapnya.

Selain itu, Ipong mengaku sudah mulai mengambil langkah pencegahan dini. Pihaknya sengaja bertindak tegas dengan menutup tempat hiburan malam yang tidak berizin. Jam operasi sejumlah tempat hiburan lain juga dibatasi. Ipong juga mulai menyasar tempat-tempat yang berpotensi digunakan sebagai transaksi narkoba, miras, dan prostitusi. Sejumlah warung bakal diawasi dan diwajibkan menggunakan lampu lebih terang. ‘’Narkoba harus dicegah sedini mungkin dan harus dimulai dari sekarang,’’ tegasnya. (mg4/agi/irw)

Post a Comment

Dilarang Komentar SARA, Melecehkan, merendahkan pihak lain...

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup