BREAKING NEWS

Berita

HR Group Peduli Sesama

Bhaksti Sosial HR keluarga Besar HR Group Ponorogo sebagai wujud kepedulian kepada sesama

Bhakti Sosial HR Group

Badegan, menjadi salah satu tarjet HR Group untuk melaksanakan Bhakti Sosial, sebagai wujud kepedulian kami kepada sesama

Membantu Sesama untuk Kesejahteraan

Hal ini merupakan salah satu misi HR Group. Yakni: Bersama kita sejahtera

Madiun & Sekitarnya

Berita Jawa Timur

Info Kesehatan

Info Tekno

Sunday, February 11, 2018

HR News : Pelawak Jawa Timur Ditahan di Hong Kong, Kemenlu Beri Perlindungan

Jakarta - Kementerian Luar Negeri memastikan akan memberikan pendampingan hukum bagi dua pelawak asal Jawa Timur yang dituduh menyalahgunakan visa di Hong Kong.
"Konsul jenderal kita di Hong Kong sudah mendapat akses kekonsuleran dan bertemu dengan kedua pelawak kita, yang pasti kita akan memberi pendampingan hukum kepada yang bersangkutan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.


Yudo Prasetyo alias Cak Yudo dan Deni Afriandi alias Cak Percil ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara yang digelar oleh komunitas tenaga kerja Indonesia pada 4 Februari lalu.

Kedua komedian tersebut memasuki wilayah Hong Kong pada 2 Februari 2018 dengan menggunakan visa turis. Otoritas Hong Kong menemukan bukti yang cukup atas adanya pelanggaran izin tinggal bagi penyelenggara acara dan penyalahgunaan visa turis bagi pengisi acara.
Panitia penyelenggara telah diinterogasi aparat setempat dan dilepaskan dari tahanan, namun dengan kewajiban melapor kepada Imigrasi Hong Kong secara berkala.

Saat ini, kedua pelawak asal Jawa Timur itu ditahan di penjara Lai Chi Kok berdasarkan putusan pengadilan Shatin, Hong Kong, 6 Februari 2018. Keduanya akan terus berada di penjara tersebut sambil menunggu putusan final pengadilan pada Maret.

"Untuk kasus seperti ini pada umumnya hukumannya adalah deportasi. Kami akan mengedepankan ketidaktahuan mereka terhadap hukum setempat dalam pembelaan hukum kami," tutur Iqbal.
Kejadian yang dialami kedua pelawak tersebut, menurut Iqbal, umum terjadi di mana komunitas WNI di Hong Kong sering mengundang pembicara atau pengisi acara dari Indonesia, tanpa memastikan bahwa pihak yang diundang menggunakan visa sesuai peruntukannya.
"Mungkin karena mereka tahunya ke Hong Kong itu bebas visa, sehingga kurang pengetahuan kalau ada visa khusus untuk tujuan komersial," tutur Iqbal.

Iqbal mengatakan bahwa selama ini pemerintah Hong Kong relatif tidak memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh komunitas Indonesia, karena biasanya hanya dilakukan di rumah-rumah dan dalam skala kecil.
Namun, acara hiburan yang akan diisi oleh Cak Yudo dan Cah Percil menjadi perhatian tersendiri bagi otoritas Hong Kong karena diumumkan di media sosial dan ditetapkan tarif.
"Karena ada tarifnya jadi mereka (otoritas Hong Kong) berasumsi bahwa ini kegiatan komersial, apalagi ada pengumpulan massa," kata Iqbal
.
Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat telah membesuk dua pelawak tersebut di penjara Lai Chi Kok pada Rabu lalu dan memastikan keduanya dalam kondisi baik.

KJRI Hong Kong berjanji akan terus mendampingi kedua pelawak Jawa Timur tersebut hingga perkaranya benar-benar tuntas. "Saya berharap hal ini menjadi peristiwa terakhir sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh WNI di Hong Kong. Saya juga mengimbau para WNI di Hong Kong menjadi tamu yang baik dan mematuhi hukum yang berlaku," ujar Tri.

Sumber info :  TEMPO.CO,

HR News - Pelawak Indonesia Siap Bayar Denda untuk Bebaskan Cak Yudo dan Cak Percil

Jakarta - Komedian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio mengatakan para pelawak di Indonesia siap urunan untuk membayar denda demi membebaskan dua pelawak Jawa Timur, yaitu Yudo Prasetyo alias Cak Yudo dan Deni Afriandi alias Cak Percil yang ditahan di Hong Kong karena dugaan penyalahgunaan visa.
"Jadi kalau dendanya Rp 87 juta ya udah lah, insya Allah kami cariin," kata politikus Partai Amanat Nasional itu di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.
 

 Wakil Menteri Luar Negeri, A. M. Fachir dan perwakilan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI), diantaranya
 Eko Patrio dan Kadir di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, 9 Februari 2018. Maria Fransisca Lahur.

Menurut Eko, soal besaran denda tidak jadi persoalan, asalkan keduanya bisa segera bebas. "Hari ini langsung cash money saya kasih Rp 87 juta kalau itu benar-benar dendanya Rp 87 juta," tuturnya.
Konsul Jenderal Indonesia untuk Hong Kong Tri Tharyat menuturkan Undang-Undang Imigrasi Hong Kong mengatur para pelanggarnya terancam denda maksimal HK$ 50 ribu atau sekitar Rp 78 juta dan/atau penjara paling lama 2 tahun.

Menurut Tri, hingga saat ini belum pernah ada warga negara Indonesia yang mendapat hukuman maksimal akibat melanggar UU Imigrasi. "Belum ada," ucapnya.
Cak Yudo dan Cak Percil ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara yang digelar oleh komunitas tenaga kerja Indonesia pada 4 Februari lalu. Keduanya datang ke sana pada 2 Februari 2018 dengan menggunakan visa turis.

Saat ini, kedua pelawak asal Jawa Timur itu ditahan di penjara Lai Chi Kok berdasarkan putusan pengadilan Shatin, Hong Kong, 6 Februari 2018. Keduanya akan terus berada di penjara tersebut sambil menunggu putusan final pengadilan pada Maret.

Sumber Info : TEMPO.CO, 
 Reporter:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

Editor:

Kodrat Setiawan

Monday, February 5, 2018

HR News : Pelajaran Berharga Di Balik Panggung Pentas Percil dan Yudho di Hongkong




 
HONG KONG – “Pagelaran itu sempat berlangsung selama satu sesi, setelah pihak imigrasi Hong Kong sebanyak 10 orang menunggui sejak pagi. Bahkan saat masuk di Hong Kong pada tanggal 2 Februari, kedua orang seniman tersebut tidak bermasalah di pintu imigrasi bandara Hong Kong. Namun, usai sesi pertama digelar, petugas imigrasi Hong Kong disamping mengamankan panitia, juga membawa kedua seniman tersebut untuk diinterograsi terkait dengan legalitas keimigrasian dari terselenggaranya acara yang melibatkan warga asing di Hong Kong” begitulah inti dari penjelasan yang diberikan oleh Andys, selaku panitia penyelenggara konser “Guyon Jowo maton Bersama” yang mendatangkan dua orang seniman komedi Cak Percil dan Yudho pada Minggu 4 Februari kemarin.
Insiden tersebut sempat menjadi viral di sosial media, terlebih lagi sampai dengan siang hari ini sejak peristiwa penangkapan tersebut terjadi, Andys tidak bisa dihubungi oleh siapapun. Setelah menunggu lebih dari 12 jam, akhirnya, ApakabarOnline.com terhubung dengan Andys dan mendapat keterangan yang gamblang mengenai insiden tersebut.


Berikut kutipan wawancara jurnalis ApakabarOnline.com dengan Andys Siang tadi :
Inisial  (AK : ApakabarOnline.com, AN : Andys)
AK : Bagaimana persisnya kronologi insiden penangkapan yang tersiar disosial media kemarin siang ?
AN : Awalnya tidak ada apa-apa, kedatangan mereka di Hong Kong sudah sejak tanggal 2 kemarin, saat masuk Hong Kong juga tidak ada masalah. Giliran acara yang dimulai jam 10 berlangsung, petugas imigrasi datang jam 12:40 sebanyak 10 orang. Mereka sebenarnya mengikuti acara tersebut dari jam 10, memantau acara kita ini untuk bahan wawancara nanti. Jam 12:40 itu mereka menghubungi pengelola gedung, lalu minta dipertemukan dengan panitia.
AK : Ketika petugas masuk menjadi penonton, panitia ada yang tahu gak ?
AN : Gak ada yang tahu. Jadi intinya mereka sudah ada didalam ruangan, dan sepertinya membawa penterjemah, sehingga mereka tahu pasti apa yang terjadi selama acara itu. Itu yang oleh mereka dijadikan sebagai bukti saat mengointerograsi saya sampai jam 1 malam tadi.
AK : Setelah dilakukan penangkapan, bagaimana selanjutnya dengan acara tersebut ? Bubar, atau bagaimana ?
AN : Setelah saya dan artisnya dibawa, banner dicopot. Tapi atas ijin imigrasi, acara boleh terus dilakukan sampai jam sewa gedung habis. Jadi sesi kedua, diisi dengan tausiyah. Hanya saja, bannernya dicopot, dibawa ke imigrasi sebagai bukti. Kebetulan ada satu orang lagi yang tidak ikut terciduk, yang bisa ngisi tausiyah. Meskipun sebenarnya, acara tausiyah tersebut tidak ada dalam rencana, berhubung terjadi insiden penangkapan, akhirnya untuk mengisi sesi kedua diisi dengan acara itu.
AK : Pertanyaan apa saja yang ditanyakan petugas ?
AN : Ada 4 pertanyaan, yang mewakili 4 pasal yang dituduhkan ke saya sebagai pelanggaran. Apakah kamu tahu kalau kamu sudah membawa pelancong untuk perform disini tanpa ijin, Apakah kamu tahu sebagai domestic helper tidak boleh melakukan pekerjaan lain diluar kontrak yang telah kamu tanda tangani dengan majikanmu itu, apakah kamu tahu, bahwa menyewa gedung dengan mendatangkan orang asing itu sudah melanggar, apalagi memperkerjakan mereka.
AK : Apakah ada banttuan hukum yang mendampingi anda bertiga ?
AN : Tidak, saya menghadapi sendiri dan menjawab sendiri.
AK : Bagaimana dengan pertanyaan yang diajukan ke Percil dan Yudho ?
AN : Saya tidak tahu, sebab saat di interograsi, kita diruangan sendiri-sendiri.
AK : Bagaimana nasib Percil dan Yudho sekarang ?
AN : Mereka sampai sekarang masih ditahan di Imigrasi. Sebab kata petugas imigrasi, dikhawatirkan selesai mengisi acara itu, mereka ada misi lain, bekerja atau apa. Pemeriksaannya lebih detail, bahkan uang, cincin, atau apalah semuanya lebih detail. Tidak seperti saat memeriksa saya yang hanya dokumen saja.
AK : Bagaimana komunikasi anda dengan kedua seniman tersebut setelah diciduk imigrasi ?
AN : Saya tidak bisa lagi berkomunikasi, mereka dijaga ketat, ke kamar mandi saja mereka dikawal ketat. HP mereka juga di tahan. Saya saja kemarin baru boleh pegang HP setelah selesai dilakukan pemeriksaan.
AK : Selama dilakukan pemeriksaan, bagaimana sikap imigrasi Hong Kong ?
AN : Mereka sopan, ramah, kita mau makan apa juga ditanya. Mereka tetep respek dengan  kebutuhan kita. Kita kedinginan juga diambilkan selimut. Asal kita tidak berbelit belit. Tapi kalau kita berbelit-belit, ya pasti akan disikapi dengan nada tinggi.
AK : Keputusan apa yang diberikan oleh Imigrasi untuk Andys ?
AN : Belum tahu, pemeriksaannya sudah selesai, saya disuruh pulang ke majikan, tapi saya dikasih surat oleeh imigrasi yang intinya saya menjadi tahanan luar selama satu bulan. Dan nanti saya harus ke imigrasi lagi pada tanggal 2 bulan depan. Jadi apakah kan dideportasi, dipenjara, itu baru ttahu nanti bulan depan. Jadi kalau saran pak Andry (Konsul Imigrasi KJRI Hong Kong) itu katanya gak papalah, ikuti aja arahan mereka.
AK : Jadi Andys sudah ngasih tahu KJRI, apa saran KJRI ?
AN : Sudah. Sarannya suruh mengikuti saja apa yang diperintahkan mereka. Jadi sepertinya ada yang mengabarkan ke KJRI tentang penangkapan saya ini sebelum saya sempat memberitahu KJRI.  Jadi, Mbak Nur dan Mbak Nurul itu yang menghubungi. Karena posisinya saya tidak bisa pegang HP. Baru pagi ini saya bisa merespon informasi yang masuk ke HP saya. Seharusnya kemarin saya harus menghunungi KJRI, biar kalau ada apa-apa diketahui sejak awal, tapi berhubung keadaan, HP saya ditahan, akhirnya mereka yang memberitahukan duluan.
AK : Sempat bertanya ke Imigrasi gak, tentang apa ending keputusannya untuk Andys dari Imigrasi Hong Kong ?
AN : Sempat, tapi jawabannya, tunggu selama sebulan ini. Nanti apakah kamu akan ada denda atau sangsi lainnya, keputusannya tunggu nanti, keputusan hakim. Tapi yang jelas imigrasi Hong Kong bilang akan membantu saya menyampaikan kepada hakim, bahwa selama acara yang diselenggarakan kemarin berlangsung, saya benar-benar tidak tahu kalau saya melanggar hukum. Dan saya juga dikasih tahu, harus berbicara ke Hakim, bahwa sekarang yang saya lakukan kemarin itu melanggar hukum. Dan lain kali tidak akan seperti itu lagi. Itu nasehat imigrasi Hong Kong ke saya.
AK : Terkait dengan tiket pulang Percil dan Yudho, bagaimana ?
AN : Seharusnya pulangnya hari ini jam 9. Sebelum keluar dari imigrasi saya sempat bertanya ke petugas imigrasi bagaimana kedua teman saya tadi. Seharusnya sesuai tiket mereka besok pagi harus pulang. Tapi jawaban imigrasi, kamu tidak usah khawatir, nanti kita akan memulangkan mereka. Mereka harus menginap disini dulu karena kami belum selesai menjalankan pemeriksaan. Yang pasti mereka aman disini, cukup makan, tempat beristirahat juga aman, karena besok akan dilanjutkan pemeriksaan.
AK : Bagaimana respon majikan Andys ?
AN : Kemarin saya sempat dibawa pulang ke rumah majikan untuk mengambil dokumen paspor dan kontrak kerja saya dengan dikawal 5 Polisi. Majikan saya diinterograsi. Saya juga terbuka dengan majikan saya kalau saya punya kegiatan ini, menyelenggarakan ini,, bergerak di bidang ini, saya selalu cerita. Mereka menginterograsi majikan saya, selama ini kerja saya bagaimana, hari apa libur saya, apa kegiatan saya dan lain sebagainya. Sekitar 1 jam interview sama majikan.
Bukan Hanya Ustad, Seniman Asingpun Kalau Masuk Hong Kong Tanpa Ijin Akan Di Tangkap
Pelajaran berharga dari insiden yang ini, menurut Andys adalah siapapun orang asing yang datang ke Hong Kong, baik itu ustadz, seniman, motivator bisa ditangkap. Menurut pengakuan Andys diakhir wawancara, dia mengajak kepada seluruh teman-teman, terutama yang memiliki organisasi, kalau mau mengadakan acara yang baik dan benar itu seperti apa, belajarlah dari kejadian ini.
Usai peristiwa ini, Andys mengajak seluruh komunitas pekerja migran di Hong Kong untuk mematuhi prosedur saat menyelenggarakan acara apapun, utamanya yang melibatkan kedatangan orang-orang dari luar Hong Kong. Disamping itu, legalisasi Organisasi pekerja migran di Hong Kong juga sangat penting artinya demi legalitas dimata hukum Hong Kong. Sebab, Andys melihat, sebagian besar organisasi pekerja migran di Hong Kong tidak mengantongi lisensi.
Andys sempat menyesalkan, beredarnya pemberitaan perihal peristiwa ini tanpa mengkonfirmasi, sebab bagaimanapun juga akurasi informasi hanya dari Andys sebagai sumber utama. [Yuni]

 Sumber Info : ApakabarOnline.com

Sunday, January 7, 2018

HR News - Longsor Sawoo Ponorogo, Jenazah Ibu dan Bayi Berhasil Ditemukan




 SAWOO: Dua korban tanah longsor yang terjadi di DesaTumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang terjadi Minggu(07/01/2018) petang akhirnya berhasil diketemukan tim gabungan bersma warga.
Tim gabungan dari BPBD, Polres dan TNI yang berjibaku dalam kondisi malam dan hujan selama hampir 5 jam berhasil menemukan jenazah korban yang tertimbun material longsor sekira pukul 22.30 WIB.
Keduanya adalah seorang ibu yang bernama Lia Lestari(23) dan anaknya yang bernama Vinesa Aulia Andriani yang berumur 35 hari.
“Setelah pencarian yang dilakukan oleh tim dari Polri, TNI, BPBD dan dibantu warga, akhirnya menemukan jenazah korban yang merupakan ibu dan anak yang masih berumur dua bulan sekitar pukul22.30 WIB,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Diketahui di rumah yang roboh rata dengan tanah akibat tertimpa material longsor yang terdiri dari batu dan lumpur tersebut dihuni oleh 5 jiwa yaitu Lia Lestari (23); Vinesa Aulia( 2) keduanya meninggal dunia; Soirin (60); Misman (37, Suami korban) dan  Mesiyem (63) ketiganya selamat.
“Setelah berhasil dievakuasi, jenasah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman,”ucap AKP Sudarmanto.(ars)
Sumber INFO :KANALINDONESIA.COM,PONOROGO 

Thursday, January 4, 2018

HR News - Mistis? Heboh Kalender 2018 Sama Dengan Tahun 1979



Beberapa hari ini sosial media tengah dihebohkan dengan foto dua kalender yang menunjukkan kesamaan tanggal dan hari

Dalam foto tersebut berjejer kalender tahun 2018 dengan tahun 1979.
Kalender tersebut memang tampak sangat mirip, bahkan tak ada perbedaan apapun dalam letak tanggal dan harinya.

Saat diambil contoh, tanggal 1 Januari pada tahun 2018 dan 1979 sama-sama jatuh pada hari Senin. Sementara akhir tahun jatuh pada hari Rabu.
Sehingga banyak netizen yang mengait-ngaitkan tanggalan tersebut dengan hal mistis an hal aneh lainnya.

Sehingga banyak muncul perdebatan mengenai kalender tersebut.
Akun Facebook Afwa Al Khawarismi ahirnya memberikan penjelasan mengenai fenomena yang aneh tersebut.
"Kesamaan kalender itu terjadi adanya siklus dalam perjalanan waktu dari tahun ke tahun," tulisnya.
Menurutnya bahwa siklus tersebut berpola 6-11-11-6 atau bisa juga menggunakan siklus 28 tahunan.

Sehingga kesamaan kalender dari tahun ke tahun akan selalu ada.
"Kalender 2018 juga sama dengan 2001,2007,2024 dst," tulisnya kembali dalam unggahan.
Ternyata penjelasan Afwa tersebut juga dapat diperkuat dari penjelasan Profesor Riset Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.

Melansir dari Wartakota, Senin (6/1/2014), Thomas mengungkapkan, ada siklus dalam perjalanan waktu dari tahun ke tahun yang tak disadari sehingga terdapat kesamaan antara tahun 1997 dan 2014.

Hal tersebut juga terjadi antara kalender tahun 2979 dan 2018.
"Secara umum, selalu ada kesamaan setiap 28 tahun sekali," kata Thomas saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/1/2014).

Angka 28 tahun sendiri berasal dari perkalian antara 4, diperoleh dari tahun kabisat yang berlangsung 4 tahun sekali dengan 7, jumlah hari dalam seminggu.
Namun, dalam kurun waktu 28 tahun tersebut, terdapat juga kemiripan antara tahun yang satu dan yang lain.

"Dalam waktu 28 tahun itu, ada kemiripan menurut pola 6-11-11-6," ungkap Thomas yang menekuni sistem kalender ini.

Sumber info :  TRIBUN JOGJA.COM

HR News - Tersengat Listrik, Warga Sukorejo Meninggal di Rumah Sakit



 SUKOREJO: Lantaran tersengat listrik, Sarji(45) warga Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jatim, meninggal dunia di rumah sakit Muhamadyah Ponorogo, Kamis (04/01/2017).

Kejadian bermula saat sekira pukul 10.00 WIB, Kariyem (ibu mertua) mendapati korban sudah dalam kedaan terpental ke arah dinding tembok yang terbuat dari asbes.


Mendengar teriakan ibu mertua korban tersebut keluarga korban yang lain berlari mendatangi korban, yang kemudian dibantu tetangga langsung membawa korban ke rumah sakit Muhammadiyah Ponorogo guna mendapatkan pertolongan dan perawatan.

Dari informasi yang didapat saat perjalanan menuju ke rumah sakit korban masih terlihat bernafas, namun setelah mendapatkan perawatan, korban tak bisa diselamatkan dan meninggal di rumah sakit.

Atas kejadian tersebut, kemudian warga melaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sukorejo.

Pada tubuh jeazah korban terdapat luka bakar pada jari tengah kiri dan kanan, dan bagian punggung.

“Setelah dilakukan pemeriksaan yang dilakukan tim identifikasi dari Polres Ponorogo dan petugas medis dari Puskesmas Sukorejo, korban meninggal murni karena tersengat arus listrik,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dilakukan pemakaman.(wa)

Sumber Info :  KANALPONOROGO.COM,

Monday, November 20, 2017

HR NEWS - Bupati Ipong Serahkan 40 Ambulan Siaga Desa





PONOROGO – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyerahkan 40 Kendaraan Ambulan Siaga Desa pada Senin (20/11) di alun-alun Ponorogo.
Menurut Ipong, sapaan akrab Bupati Ponorogo, baru menjelang akhir tahun ini ambulance siaga desa ini dapat diserahterimakan karena menunggu e-katalog yang baru keluar bulan september kemarin.

“Tahun ini kita serahkan 40 unit mobil ambulance siaga desa kepada 40 desa yang kita nilai secara obyektif mendapatkan prioritas terlebih dahulu, terutama lokasinya yang terpencil dan jauh dari kota,”katanya.

Dia mengatakan bahwa pada tahun 2018 mendatang diusahakan 50 – 100 unit mobil serupa dengan melihat anggaran yang dimiliki.

Lebih lanjut, Ipong mengatakan bahwa untuk tahun ini bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Kesehatan namun tahun mendatang melalui Dinas Pemdes.

“Untuk penggunaan dan biaya operasional mobil ambulance siaga desa ini kita serahkan kepada desa yang bersangkutan, yang penting gratis atau tidak melakukan pungutan kepada masyarakat saat menggunakan mobil ini, jika ketahuan melakukan pungutan maka dikategorikan melakukan pungli,”imbuh politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Walaupun begitu, Ipong mengatakan bahwa penggunaan mobil ini diprioritaskan untuk melakukan penanganan terhadap bencana yang menimpa dan pelayanan kesehatan. Namun tidak menutup kemungkinan, jika menganggur bisa digunakan untuk kegiatan yang lain, seperti mengangkut anak sekolah, mengangkut sayur atau bahkan mengantar pengantin.

“Total anggaran yang kita keluarkan untuk mengadakan 40 unit mobil ambulan siaga bencana ini mencapai 8 milyar, harapan kami dengan hal ini masyarakat desa lebih merasakan lagi pelayanan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dengan target 3 tahun mendatang semua desa mendapatkan mobil ambulance siaga desa tersebut,”pungkas pria yang santer akan dampingi Khofifah di Pilgub Jawa Timur ini.

Dalam penyerahan tersebut, turut hadir Sekda Ponorogo, Pimpinan OPD, Camat Ponorogo yang wilayahnya mendapatkan bantuan, 40 Kepala Desa dan Kepala Puskesmas.

Sumber Info :  (infoseputarjatim.com)

Friday, November 17, 2017

HR News - Pelaku Curat di Ponorogo Dihadiahi Timas Panas


PONOROGO: Anggota Resmob Satreskrim Polres Ponorogo mengamankan CS(23) warga Jln dr Sutomo, Kediri, pelaku pencurian pemberatan, Jumat (17/11/2017) malam.

Pelaku berhasil diamankan di tempat kosnya yang berada di daerah Rejowinangun, Kabupaten Trenggalek.

Tersangka yang belum genap satu bulan menghirup udara segar setelah sebelumnya menjalani masa tahanan di Lapas Trenggalek atas kasus yang sama ini melakukan tindak pidana pencurian di bengkel AHAS yang berada di Jalan Urip Sumoharjo dan sebuah toko kelontong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

“Pelaku berusaha melawan petugas jadi terpaksa kita lakukan tindakan tegas,”ucap Kanit 1 Satreskrim Polres Ponorogo,IPDA Fahmi kepada kanalindonesia.com.

Dari pengakuan tersangka, dalam menjalankan aksinya di dua tempat kejadian perkara yang ada di Ponorogo, dia bersama satu orang temanya yang saat masih masih dalam pengejaran Polisi.

“Jadi dalam beraksi dia bersama satu temanya yang belum kita tangkap, namun identitasnya sudah kita ketahui,”terang IPDA Fahmi.

Pelaku yang dadanya penuh dengan tato ini, uang hasil dari pencurian dia pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk dikirimkan ke anaknya.

SaaT ini pelaku dilakukan penahanan di Polres Ponorogo untuk kepentingan pemeriksaan.(wa)

Sumber Info : KANALINDONESIA.COM,PONOROGO

HR News - Kemenpora Inisiasi Hari Bersepeda Nasional 19 November


 JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga akan Mencanangkan Hari Bersepeda Nasional pada 19 November 2017. Pencanangan Hari Bersepeda Nasional itu sendiri akan berlangsung bertepatan dengan perhelatan rute akhir Gowes Pesona Nusantara di Sragen, Jawa Tengah. Bentuk kegiatannya adalah pembacaan ikrar dan pembuatan pernyataan bersama dalam sebuah rapat akbar.

Pemerintah dalam hal ini Kemenpora telah banyak mendengar dan mencatat berbagai keinginan dan aspirasi masyarakat sepeda, baik melalui komunitas-komunitas maupun melalui pemerintah daerah yang menginginkan adanya Hari Bersepeda Nasional. Masyarakat juga menginginkan adanya jalur khusus bersepeda yang aman dan nyaman, termasuk ruang parkir khusus sepeda di berbagai tempat umum.
Kemenpora merespon keinginan tersebut melalui dialog dan diskusi antara pemerintah, lintas kementerian, komunitas bersepeda serta stakeholder lainnya seperti pakar hukum yang disimpulkan bahwa memang perlu sebuah gerakan berupa pencanangan Hari Bersepeda Nasional.

“Tanggal 19 (November) besok, di Sragen, Jawa Tengah, Kemenpora ingin memfasilitasi bertemunya para pegiat, pencinta, dan komunitas sepeda dari semua provinsi untuk berkumpul melahirkan mimpi mereka, yakni (adanya) Hari Bersepeda Nasional,” ungkap Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga di Kemenpora, Jumat (17/11/2017).

“Dalam rancangan kami, sudah dilakukan pembahasan dan telaah dari berbagai aspek. Kemenpora berusaha memfasilitasi dan mengapresiasi keinginan masyarakat. Ada animo luar biasa di setiap titik Gowes,” lanjutnya.

Nantinya, saat masyarakat resmi memiliki Hari Bersepeda Nasional, Isnanta sangat berharap hari tersebut dijadikan sebagai momentum masyarakat untuk aktif bersepeda. Apalagi, Kemenpora mengungkapkan ada banyak hal positif yang didapat dari olahraga roda dua itu.

Menurutnya, dari kegiatan Gowes Pesona Nusantara hingga lahirnya pencanangan Hari Bersepeda Nasional, bisa dilihat keuntungan pariwisata dari setiap rure menarik yang dilalui. Bersepeda, lanjut Isnanta, akan menguntungkan dari sisi ekonomi dan psikologis masyarakat. (gardo)
INFO : KANALINDONESIA.COM,

Tuesday, November 14, 2017

HR News - Warga sukorejo Ponorogo Meninggal Tersengat Listrik



PONOROGO: Warga Desa Morosari, Sukorejo, Ponorogo, Jatim dikejutkan dengan ditemukanya Kasdi((46) warga setempat yang meninggal karena tersengat arus listrik salah satu ruangan rumah tempat tinggalnya, Selasa(14/11/2017) sekira pukul 07.30 WIB.

Kejadian diketahui pertama kali oleh Deman yang mendapati korban berada diruang belakang(centong) posisi duduk bersandar di dinding tembok dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri, namun masih keadaan bernafas.

Mengetahui korban yang tak sadarkan diri tersebut, warga sekitar segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun setelah sampai di rumah sakit korban meninggal dunia.

Di tempat kejadian perkara(di dalam ruangan, sekitar korban) ditemukan 1 buah tang, 1 perangkat mesin gerinda.

“Diduga korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik pada saat memperbaiki tang dengan mesin gerinda,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Atas kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim identifikasi Polres Ponorogo bersama dengan tenaga medis dari Puskesmas Sukorejo, korban dinyatakan murnia meninggal karena tersengat listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dilakukan pemakaman di tempat pemakaman umum desa setempat.(wa)

Sumber Info : KANALINDONESIA.COM

Thursday, November 9, 2017

HR News- Sungguh Tega, Kakek 70 Tahun di Babadan HOHOHIHE Bocah SLTP


PONOROGO  – Sudah tua seharusnya lebih banyak bertobat, bukan malah berulah bejat dan asusila. Seperti yang dilakukan terduga pelaku kakek 70 tahun berinisial KD asal Desa Pondok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, satu kampong dengan korban.

Kakek renta itu tega menyetubuhi anak kecil di bawah umur,  sebut saja namanya Bunga, (12  tahun), yang masih duduk dibangku SLTP, dalam kurun waktu 2 tahun baru terbongkar.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Sudarmawan membenarkan adanya laporan hari Senin (06/11) dugaan pelaku tindak pidana membujuk anak untuk dilakukan persetubuhan. Kasus ini terbongkar atas laporan dari orang tua korban Sugeng (46 tahun) asal desa Pondok Kecamatan Babadan Ponorogo.

AKP Rudi  Sudarmawan menjelaskan kronologi kejadian sebagai berikut, Sugeng (ayah korban) Selasa (24/10/2017) pukul 07.30 WIB datang menemui panggilan guru BK  sekolah anaknya, dan diberitahu bahwa anaknya bunga telah dilakukan persetubuhan oleh KD (70 tahun), asal desa Pondok Kecamatan Babadan.

“Kejadian asusila ini dalam kurun waktu tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Terakhir tanggal 19 September 2017 sekira jam 14.00 WIB dilakukan di kamar KD (Pelaku) miliknya,” ujar Rudi Sudarmawan Kasatreskrim.

Dia juga menjelaskan, atas kejadian itu ayah korban Sugeng menceritakan kejadian yang menimpa anaknya kepada istrinya Sri Hartatik. Kemudian, kedua orang tua tersebut menanyai anaknya yang masih duduk dibangku SLTP tentang kebenaran kejadian asusila tersebut.

“Atas pertanyaan orang tuanya, akhirnya bunga, mengaku kalau dilakukan persetubuhan oleh KD (70 tahun).  Tidak terima dengan kejadian yang menimpa buah hatinya, Sugeng bersama istrinya melaporkan ke Polres Ponorogo,” tukasnya.

Atas perbuatannya KD (70 tahun) dikenai pasal 81 ayat 2 UURI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, LP B/130/X/2017. (mny)

Sumber Info : Media Ponorogo ( MP)

Tuesday, November 7, 2017

Menghalau Hoax Sejak Dini



Informasi membanjir sedemikian rupa. Hingga siapapun hampir mustahil untuk tidak mengkonsumsi informasi yang dibagikan dari satu orang ke orang lain dari media sosial, koran online, atau apapun yang berupa sumber informasi.

Memang, mudahnya mengetahui informasi menjadi satu nilai positif bagi orang-orang yang membutuhkan informasi. Namun, mudahnya akses informasi ini hampir seperti dua mata pisau yang bisa berakibat positif atau sebaliknya, negatif. Terlebih jika informasi yang didapatkan adalah informasi Hoax yang bertujuan untuk memecah belah masyarakat bawah, atau sekedar menebarkan kebencian untuk sekedar iseng, misalnya. Lalu, bagaimana membedakan informasi Hoax atau bukan hoax. Dibawah ini beberapa ulasan yang bermanfaat untuk membedakan hoax atau bukan hoax.

Dari kompas dot com dituliskan demikian:

1. Hati-hati dengan judul provokatif
Berita hoax kerapkali membubuhi judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa dicomot dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Karena itu, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya cari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan begini, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta
Dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan lekas percaya apabila informasi bersal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto
Di era teknologi digital, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Cara melaporkan hoax

Apabila menjumpai informasi hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat [email protected]

Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax



Kredit >> Berita: http://tinyurl.com/jtm8gw9 || Gambar: http://tinyurl.com/yaazc7mo

 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup