BREAKING NEWS

Berita

HR Group Peduli Sesama

Bhaksti Sosial HR keluarga Besar HR Group Ponorogo sebagai wujud kepedulian kepada sesama

Bhakti Sosial HR Group

Badegan, menjadi salah satu tarjet HR Group untuk melaksanakan Bhakti Sosial, sebagai wujud kepedulian kami kepada sesama

Membantu Sesama untuk Kesejahteraan

Hal ini merupakan salah satu misi HR Group. Yakni: Bersama kita sejahtera

Madiun & Sekitarnya

Berita Jawa Timur

Info Kesehatan

Info Tekno

Thursday, March 1, 2018

HR NEWS - 305 Juta Kartu SIM Sudah Terdaftar, Ini Rincian dari Masing-Masing Operator



Liputan6.com, Jakarta - Batas akhir registrasi kartu SIM prabayar tahap pertama telah berakhir pada
28 Februari 2018. Sampai dengan hari ini, Selasa (28/2/2018) pukul 12.52 WIB, sekira 305 juta nomor pelanggan telah didaftarkan.

Jumlahnya lengkap registrasi kartu SIM mencapai 305.782.219 dari total sekira 376 juta kartu SIM prabayar yang saat ini digunakan oleh masyarakat.

Konsumen diberikan waktu hingga 30 April 2018 untuk mendaftarkan kartu SIM prabayar, sebelum akhirnya diberlakukan pemblokiran total per 1 Mei 2018.

“Jika sampai batas akhir belum didaftarkan, maka kartu otomatis tidak bisa lagi digunakan. Konsumen harus membeli kartu baru lagi setelahnya dan harus mendaftarkan kartu tersebut untuk bisa menggunakannya,” jelas Direktur Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika Kemkominfo (Kemkominfo), Ahmad M Ramli, di kantor Kemkominfo kepada Tekno Liputan6.com, Rabu (28/2/2018).


Adapun berikut rincian jumlah registrasi kartu SIM yang telah terdaftar per operator sebagaimana kami rangkum dari data ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia):
  • Telkomsel: 142 juta
  • Indosat: 101 juta
  • XL Axiata: 42 juta
  • Smartfren: 5,8 juta
  • Hutchison Tri: 132 juta
  • Net1: 9 ribuan 
Berkenaan dengan tenggat waktu registrasi ulang nomor prabayar seluler berakhir pada tanggal 28 Februari 2018, Kemkominfo memberitahukan bahwa batas akhir registrasi ulang nomor prabayar pelanggan jasa telekomunikasi berakhir pada 28 Februari 2018.

Pelanggan yang tidak melakukan registrasi ulang sampai 28 Februari 2018, akan dilakukan pemblokiran layanan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Mulai 1 Maret 2018, dilakukan pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS). Dalam keadaan ini, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet.

2. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan menerima layanan pesan singkat (incoming SMS). Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet.

3. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai 30 April 2018, maka pada tanggal 1 Mei 2018 dilakukan pemblokiran total. Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan dan SMS keluar, tidak bisa menerima telepon dan SMS, serta tidak dapat menggunakan layanan data internet.

Selama belum dilakukan pemblokiran total, pelanggan masih tetap dapat melakukan registrasi ulang. Namun jika sudah sampai batas akhir pendaftaran, maka kartu SIM otomatis akan dinonaktifkan, sehingga konsumen harus membeli yang baru.

Bagi kamu yang belum mendaftar ulang nomor SIM, lakukan sekarang. Syarat utama adalah harus memiliki NIK dan Nomor KK.

Pelanggan Baru
Tata cara atau format registrasi via SMS bagi pengguna yang membeli kartu SIM perdana adalah sebagai berikut:
1. Indosat, Smartfren, Tri
NIK#NomorKK#
2. XL Axiata
Daftar#NIK#Nomor KK
3. Telkomsel
Reg(spasi)NIK#NomorKK
Jika sudah selesai mengetik format di atas, kirim SMS kamu ke nomor 4444.

Pelanggan Lama
Lain lagi dengan tata cara registrasi ulang via SMS bagi pelanggan lama. Berikut formatnya:
1. Indosat, Smartfren, dan Tri
ULANG#NIK#NomorKK#
2. XL Axiata
ULANG#NIK#NomorKK
3. Telkomsel
ULANG(spasi)NIK#NomorKK#



Jika sudah mengetik format di atas, kirim SMS ke nomor 4444.

Sunday, February 11, 2018

HR News : Pelawak Jawa Timur Ditahan di Hong Kong, Kemenlu Beri Perlindungan

Jakarta - Kementerian Luar Negeri memastikan akan memberikan pendampingan hukum bagi dua pelawak asal Jawa Timur yang dituduh menyalahgunakan visa di Hong Kong.
"Konsul jenderal kita di Hong Kong sudah mendapat akses kekonsuleran dan bertemu dengan kedua pelawak kita, yang pasti kita akan memberi pendampingan hukum kepada yang bersangkutan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.


Yudo Prasetyo alias Cak Yudo dan Deni Afriandi alias Cak Percil ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara yang digelar oleh komunitas tenaga kerja Indonesia pada 4 Februari lalu.

Kedua komedian tersebut memasuki wilayah Hong Kong pada 2 Februari 2018 dengan menggunakan visa turis. Otoritas Hong Kong menemukan bukti yang cukup atas adanya pelanggaran izin tinggal bagi penyelenggara acara dan penyalahgunaan visa turis bagi pengisi acara.
Panitia penyelenggara telah diinterogasi aparat setempat dan dilepaskan dari tahanan, namun dengan kewajiban melapor kepada Imigrasi Hong Kong secara berkala.

Saat ini, kedua pelawak asal Jawa Timur itu ditahan di penjara Lai Chi Kok berdasarkan putusan pengadilan Shatin, Hong Kong, 6 Februari 2018. Keduanya akan terus berada di penjara tersebut sambil menunggu putusan final pengadilan pada Maret.

"Untuk kasus seperti ini pada umumnya hukumannya adalah deportasi. Kami akan mengedepankan ketidaktahuan mereka terhadap hukum setempat dalam pembelaan hukum kami," tutur Iqbal.
Kejadian yang dialami kedua pelawak tersebut, menurut Iqbal, umum terjadi di mana komunitas WNI di Hong Kong sering mengundang pembicara atau pengisi acara dari Indonesia, tanpa memastikan bahwa pihak yang diundang menggunakan visa sesuai peruntukannya.
"Mungkin karena mereka tahunya ke Hong Kong itu bebas visa, sehingga kurang pengetahuan kalau ada visa khusus untuk tujuan komersial," tutur Iqbal.

Iqbal mengatakan bahwa selama ini pemerintah Hong Kong relatif tidak memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh komunitas Indonesia, karena biasanya hanya dilakukan di rumah-rumah dan dalam skala kecil.
Namun, acara hiburan yang akan diisi oleh Cak Yudo dan Cah Percil menjadi perhatian tersendiri bagi otoritas Hong Kong karena diumumkan di media sosial dan ditetapkan tarif.
"Karena ada tarifnya jadi mereka (otoritas Hong Kong) berasumsi bahwa ini kegiatan komersial, apalagi ada pengumpulan massa," kata Iqbal
.
Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat telah membesuk dua pelawak tersebut di penjara Lai Chi Kok pada Rabu lalu dan memastikan keduanya dalam kondisi baik.

KJRI Hong Kong berjanji akan terus mendampingi kedua pelawak Jawa Timur tersebut hingga perkaranya benar-benar tuntas. "Saya berharap hal ini menjadi peristiwa terakhir sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh WNI di Hong Kong. Saya juga mengimbau para WNI di Hong Kong menjadi tamu yang baik dan mematuhi hukum yang berlaku," ujar Tri.

Sumber info :  TEMPO.CO,

HR News - Pelawak Indonesia Siap Bayar Denda untuk Bebaskan Cak Yudo dan Cak Percil

Jakarta - Komedian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio mengatakan para pelawak di Indonesia siap urunan untuk membayar denda demi membebaskan dua pelawak Jawa Timur, yaitu Yudo Prasetyo alias Cak Yudo dan Deni Afriandi alias Cak Percil yang ditahan di Hong Kong karena dugaan penyalahgunaan visa.
"Jadi kalau dendanya Rp 87 juta ya udah lah, insya Allah kami cariin," kata politikus Partai Amanat Nasional itu di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.
 

 Wakil Menteri Luar Negeri, A. M. Fachir dan perwakilan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI), diantaranya
 Eko Patrio dan Kadir di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, 9 Februari 2018. Maria Fransisca Lahur.

Menurut Eko, soal besaran denda tidak jadi persoalan, asalkan keduanya bisa segera bebas. "Hari ini langsung cash money saya kasih Rp 87 juta kalau itu benar-benar dendanya Rp 87 juta," tuturnya.
Konsul Jenderal Indonesia untuk Hong Kong Tri Tharyat menuturkan Undang-Undang Imigrasi Hong Kong mengatur para pelanggarnya terancam denda maksimal HK$ 50 ribu atau sekitar Rp 78 juta dan/atau penjara paling lama 2 tahun.

Menurut Tri, hingga saat ini belum pernah ada warga negara Indonesia yang mendapat hukuman maksimal akibat melanggar UU Imigrasi. "Belum ada," ucapnya.
Cak Yudo dan Cak Percil ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara yang digelar oleh komunitas tenaga kerja Indonesia pada 4 Februari lalu. Keduanya datang ke sana pada 2 Februari 2018 dengan menggunakan visa turis.

Saat ini, kedua pelawak asal Jawa Timur itu ditahan di penjara Lai Chi Kok berdasarkan putusan pengadilan Shatin, Hong Kong, 6 Februari 2018. Keduanya akan terus berada di penjara tersebut sambil menunggu putusan final pengadilan pada Maret.

Sumber Info : TEMPO.CO, 
 Reporter:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

Editor:

Kodrat Setiawan

Monday, February 5, 2018

HR News : Pelajaran Berharga Di Balik Panggung Pentas Percil dan Yudho di Hongkong




 
HONG KONG – “Pagelaran itu sempat berlangsung selama satu sesi, setelah pihak imigrasi Hong Kong sebanyak 10 orang menunggui sejak pagi. Bahkan saat masuk di Hong Kong pada tanggal 2 Februari, kedua orang seniman tersebut tidak bermasalah di pintu imigrasi bandara Hong Kong. Namun, usai sesi pertama digelar, petugas imigrasi Hong Kong disamping mengamankan panitia, juga membawa kedua seniman tersebut untuk diinterograsi terkait dengan legalitas keimigrasian dari terselenggaranya acara yang melibatkan warga asing di Hong Kong” begitulah inti dari penjelasan yang diberikan oleh Andys, selaku panitia penyelenggara konser “Guyon Jowo maton Bersama” yang mendatangkan dua orang seniman komedi Cak Percil dan Yudho pada Minggu 4 Februari kemarin.
Insiden tersebut sempat menjadi viral di sosial media, terlebih lagi sampai dengan siang hari ini sejak peristiwa penangkapan tersebut terjadi, Andys tidak bisa dihubungi oleh siapapun. Setelah menunggu lebih dari 12 jam, akhirnya, ApakabarOnline.com terhubung dengan Andys dan mendapat keterangan yang gamblang mengenai insiden tersebut.


Berikut kutipan wawancara jurnalis ApakabarOnline.com dengan Andys Siang tadi :
Inisial  (AK : ApakabarOnline.com, AN : Andys)
AK : Bagaimana persisnya kronologi insiden penangkapan yang tersiar disosial media kemarin siang ?
AN : Awalnya tidak ada apa-apa, kedatangan mereka di Hong Kong sudah sejak tanggal 2 kemarin, saat masuk Hong Kong juga tidak ada masalah. Giliran acara yang dimulai jam 10 berlangsung, petugas imigrasi datang jam 12:40 sebanyak 10 orang. Mereka sebenarnya mengikuti acara tersebut dari jam 10, memantau acara kita ini untuk bahan wawancara nanti. Jam 12:40 itu mereka menghubungi pengelola gedung, lalu minta dipertemukan dengan panitia.
AK : Ketika petugas masuk menjadi penonton, panitia ada yang tahu gak ?
AN : Gak ada yang tahu. Jadi intinya mereka sudah ada didalam ruangan, dan sepertinya membawa penterjemah, sehingga mereka tahu pasti apa yang terjadi selama acara itu. Itu yang oleh mereka dijadikan sebagai bukti saat mengointerograsi saya sampai jam 1 malam tadi.
AK : Setelah dilakukan penangkapan, bagaimana selanjutnya dengan acara tersebut ? Bubar, atau bagaimana ?
AN : Setelah saya dan artisnya dibawa, banner dicopot. Tapi atas ijin imigrasi, acara boleh terus dilakukan sampai jam sewa gedung habis. Jadi sesi kedua, diisi dengan tausiyah. Hanya saja, bannernya dicopot, dibawa ke imigrasi sebagai bukti. Kebetulan ada satu orang lagi yang tidak ikut terciduk, yang bisa ngisi tausiyah. Meskipun sebenarnya, acara tausiyah tersebut tidak ada dalam rencana, berhubung terjadi insiden penangkapan, akhirnya untuk mengisi sesi kedua diisi dengan acara itu.
AK : Pertanyaan apa saja yang ditanyakan petugas ?
AN : Ada 4 pertanyaan, yang mewakili 4 pasal yang dituduhkan ke saya sebagai pelanggaran. Apakah kamu tahu kalau kamu sudah membawa pelancong untuk perform disini tanpa ijin, Apakah kamu tahu sebagai domestic helper tidak boleh melakukan pekerjaan lain diluar kontrak yang telah kamu tanda tangani dengan majikanmu itu, apakah kamu tahu, bahwa menyewa gedung dengan mendatangkan orang asing itu sudah melanggar, apalagi memperkerjakan mereka.
AK : Apakah ada banttuan hukum yang mendampingi anda bertiga ?
AN : Tidak, saya menghadapi sendiri dan menjawab sendiri.
AK : Bagaimana dengan pertanyaan yang diajukan ke Percil dan Yudho ?
AN : Saya tidak tahu, sebab saat di interograsi, kita diruangan sendiri-sendiri.
AK : Bagaimana nasib Percil dan Yudho sekarang ?
AN : Mereka sampai sekarang masih ditahan di Imigrasi. Sebab kata petugas imigrasi, dikhawatirkan selesai mengisi acara itu, mereka ada misi lain, bekerja atau apa. Pemeriksaannya lebih detail, bahkan uang, cincin, atau apalah semuanya lebih detail. Tidak seperti saat memeriksa saya yang hanya dokumen saja.
AK : Bagaimana komunikasi anda dengan kedua seniman tersebut setelah diciduk imigrasi ?
AN : Saya tidak bisa lagi berkomunikasi, mereka dijaga ketat, ke kamar mandi saja mereka dikawal ketat. HP mereka juga di tahan. Saya saja kemarin baru boleh pegang HP setelah selesai dilakukan pemeriksaan.
AK : Selama dilakukan pemeriksaan, bagaimana sikap imigrasi Hong Kong ?
AN : Mereka sopan, ramah, kita mau makan apa juga ditanya. Mereka tetep respek dengan  kebutuhan kita. Kita kedinginan juga diambilkan selimut. Asal kita tidak berbelit belit. Tapi kalau kita berbelit-belit, ya pasti akan disikapi dengan nada tinggi.
AK : Keputusan apa yang diberikan oleh Imigrasi untuk Andys ?
AN : Belum tahu, pemeriksaannya sudah selesai, saya disuruh pulang ke majikan, tapi saya dikasih surat oleeh imigrasi yang intinya saya menjadi tahanan luar selama satu bulan. Dan nanti saya harus ke imigrasi lagi pada tanggal 2 bulan depan. Jadi apakah kan dideportasi, dipenjara, itu baru ttahu nanti bulan depan. Jadi kalau saran pak Andry (Konsul Imigrasi KJRI Hong Kong) itu katanya gak papalah, ikuti aja arahan mereka.
AK : Jadi Andys sudah ngasih tahu KJRI, apa saran KJRI ?
AN : Sudah. Sarannya suruh mengikuti saja apa yang diperintahkan mereka. Jadi sepertinya ada yang mengabarkan ke KJRI tentang penangkapan saya ini sebelum saya sempat memberitahu KJRI.  Jadi, Mbak Nur dan Mbak Nurul itu yang menghubungi. Karena posisinya saya tidak bisa pegang HP. Baru pagi ini saya bisa merespon informasi yang masuk ke HP saya. Seharusnya kemarin saya harus menghunungi KJRI, biar kalau ada apa-apa diketahui sejak awal, tapi berhubung keadaan, HP saya ditahan, akhirnya mereka yang memberitahukan duluan.
AK : Sempat bertanya ke Imigrasi gak, tentang apa ending keputusannya untuk Andys dari Imigrasi Hong Kong ?
AN : Sempat, tapi jawabannya, tunggu selama sebulan ini. Nanti apakah kamu akan ada denda atau sangsi lainnya, keputusannya tunggu nanti, keputusan hakim. Tapi yang jelas imigrasi Hong Kong bilang akan membantu saya menyampaikan kepada hakim, bahwa selama acara yang diselenggarakan kemarin berlangsung, saya benar-benar tidak tahu kalau saya melanggar hukum. Dan saya juga dikasih tahu, harus berbicara ke Hakim, bahwa sekarang yang saya lakukan kemarin itu melanggar hukum. Dan lain kali tidak akan seperti itu lagi. Itu nasehat imigrasi Hong Kong ke saya.
AK : Terkait dengan tiket pulang Percil dan Yudho, bagaimana ?
AN : Seharusnya pulangnya hari ini jam 9. Sebelum keluar dari imigrasi saya sempat bertanya ke petugas imigrasi bagaimana kedua teman saya tadi. Seharusnya sesuai tiket mereka besok pagi harus pulang. Tapi jawaban imigrasi, kamu tidak usah khawatir, nanti kita akan memulangkan mereka. Mereka harus menginap disini dulu karena kami belum selesai menjalankan pemeriksaan. Yang pasti mereka aman disini, cukup makan, tempat beristirahat juga aman, karena besok akan dilanjutkan pemeriksaan.
AK : Bagaimana respon majikan Andys ?
AN : Kemarin saya sempat dibawa pulang ke rumah majikan untuk mengambil dokumen paspor dan kontrak kerja saya dengan dikawal 5 Polisi. Majikan saya diinterograsi. Saya juga terbuka dengan majikan saya kalau saya punya kegiatan ini, menyelenggarakan ini,, bergerak di bidang ini, saya selalu cerita. Mereka menginterograsi majikan saya, selama ini kerja saya bagaimana, hari apa libur saya, apa kegiatan saya dan lain sebagainya. Sekitar 1 jam interview sama majikan.
Bukan Hanya Ustad, Seniman Asingpun Kalau Masuk Hong Kong Tanpa Ijin Akan Di Tangkap
Pelajaran berharga dari insiden yang ini, menurut Andys adalah siapapun orang asing yang datang ke Hong Kong, baik itu ustadz, seniman, motivator bisa ditangkap. Menurut pengakuan Andys diakhir wawancara, dia mengajak kepada seluruh teman-teman, terutama yang memiliki organisasi, kalau mau mengadakan acara yang baik dan benar itu seperti apa, belajarlah dari kejadian ini.
Usai peristiwa ini, Andys mengajak seluruh komunitas pekerja migran di Hong Kong untuk mematuhi prosedur saat menyelenggarakan acara apapun, utamanya yang melibatkan kedatangan orang-orang dari luar Hong Kong. Disamping itu, legalisasi Organisasi pekerja migran di Hong Kong juga sangat penting artinya demi legalitas dimata hukum Hong Kong. Sebab, Andys melihat, sebagian besar organisasi pekerja migran di Hong Kong tidak mengantongi lisensi.
Andys sempat menyesalkan, beredarnya pemberitaan perihal peristiwa ini tanpa mengkonfirmasi, sebab bagaimanapun juga akurasi informasi hanya dari Andys sebagai sumber utama. [Yuni]

 Sumber Info : ApakabarOnline.com

Sunday, January 7, 2018

HR News - Longsor Sawoo Ponorogo, Jenazah Ibu dan Bayi Berhasil Ditemukan




 SAWOO: Dua korban tanah longsor yang terjadi di DesaTumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang terjadi Minggu(07/01/2018) petang akhirnya berhasil diketemukan tim gabungan bersma warga.
Tim gabungan dari BPBD, Polres dan TNI yang berjibaku dalam kondisi malam dan hujan selama hampir 5 jam berhasil menemukan jenazah korban yang tertimbun material longsor sekira pukul 22.30 WIB.
Keduanya adalah seorang ibu yang bernama Lia Lestari(23) dan anaknya yang bernama Vinesa Aulia Andriani yang berumur 35 hari.
“Setelah pencarian yang dilakukan oleh tim dari Polri, TNI, BPBD dan dibantu warga, akhirnya menemukan jenazah korban yang merupakan ibu dan anak yang masih berumur dua bulan sekitar pukul22.30 WIB,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Diketahui di rumah yang roboh rata dengan tanah akibat tertimpa material longsor yang terdiri dari batu dan lumpur tersebut dihuni oleh 5 jiwa yaitu Lia Lestari (23); Vinesa Aulia( 2) keduanya meninggal dunia; Soirin (60); Misman (37, Suami korban) dan  Mesiyem (63) ketiganya selamat.
“Setelah berhasil dievakuasi, jenasah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman,”ucap AKP Sudarmanto.(ars)
Sumber INFO :KANALINDONESIA.COM,PONOROGO 
 
Copyright © 2017 HR Ponorogo

Powered by HRGroup